KOSP
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate Tahun Ajaran 2025/2026 dapat tersusun. Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh SMP IT Alkhairaat Kota Ternate. Secara khusus kurikulum operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate Tahun Ajaran 2025/2026 adalah sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan sesuai dengan kondisi SMP IT Alkhairaat serta saran Komite Sekolah dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan.
Kurikulum Operasional Sekolah ini diberlakukan pada Tahun Ajaran 2025/2026 yang mencerminkan merdeka belajar dan pengimplementasian profil pelajar Pancasila. Kurikulum ini memuat karakteristik satuan pendidikan, profil pembelajar, struktur kurikulum dan rancangan pembelajaran.
Pengembangan Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate Tahun Ajaran 2026/2027 ini mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, konsep merdeka belajar, dan pengimplementasian profil pelajar Pancasila. Di samping itu juga Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate ini merupakan pegangan bagi pengembangan lingkungan SMP IT Alkhairaat mulai dari kebersihan lingkungan dan juga inovasi.
Kurikulum ini dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu kami menyampaikan ucapan terima kasih, kepada :
- Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate
- Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan
- Pengawas SMP yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan dokumen;
- Kepala SMP IT Alkhairaat Kota Ternate
- Pendidik dan Tenaga kependidikan SMP IT Alkhairaat Kota Ternate, yang telah secara proaktif memberi masukan dan kelengkapan data;
- Ketua Komite yang telah memberi dukungan terhadap terselenggaranya pendidikan SMP IT Alkhairaat Kota Ternate.
Kami menyadari bahwa Kurikulum Operasional Sekolah yang telah kami susun ini memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik, saran, dan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak yang kompeten sangat kami harapkan.
Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu penyelesaian Kurikulum ini.
Tim penyusun
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................ vi
BAB I KARAKTERISTIK SEKOLAH......................................................................
BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
- Visi Sekolah ..........................................................................................................
- Misi Sekolah .........................................................................................................
- Tujuan Sekolah ......................................................................................................
BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN.............................................
- Intrakulikuler
- Keputusan Mendikbudristek No. 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidkan Dasar, dan Jenjang Pendidkan Menengah : mengatur struktur kurikulum secara nasional yang memuat kegiatan intrakurikuler.
- Alokasi Waktu……………………………………………………………
- Ko Kurikuler ……………………………………………………………..................
- Ekstrakulikuler ………………………………………………………………………
- Peraturan Akademik ..…………………………………………………………........
BAB IV PERENCANAAN PEMBELAJARAN ……………………………………….
- ATP/Silabus …………………………………………………………………….........
- Modul Ajar/ RPP …………………………………………………………………….
- Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila …………………………
BAB V PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
- Pendampingan ……………………………………………………………………….
- Evaluasi ……………………………………………………………………………...
- Pengembangan Profesional ………………………………………………………….
BAB VI PENUTUP ……………………………………………………………………..
LAMPIRAN - LAMPIRAN
Kelender Pendidikan Dinas
Kelender Pendidikan Sekolah
Atp dan Silabus
Modul Ajar dan RPP
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………… i
BAB I KARAKTERISTIK SEKOLAH
Kurikulum Operasional SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) ini dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah disusun secara Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasar Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sudah disusun.
Penyusunan Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate ini mengakomodir kebutuhan para pelajar mengembangkan kemampuan ketrampilan abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi, 4C (Creative, Critical thinking, communicative, dan Collaborative), dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).
SMP IT Alkhairaat Kota Ternate berdiri pada bulan Juni 2019 dan saat ini sudah 7 tahun beroperasi. Berikut analisis SWOT SMP IT Alkhairaat Kota Ternate.
- Strength (Kelebihan / kekuatan)
- Letak sekolah sangat strategis karena akses yang
- Memiliki ruang belajar yang kondusif
- Memiliki tempat ibadah (mushollah)
- Memiliki Lab komputer Jaringan Internet yang stabil
- Memiliki Laboratorium IPA yang sanagat memadai
- Jumlah peserta didik setiap kelas tidak melebihi batas standar
- Partisipasi orang tua terhadap sekolah dari segi finansial maupun yang lainnya
- Rata-rata guru bisa baca tulis Al-Quran
- Weakness (Kekurangan/kelemahan)
- Tidak ada sarana Olahraga yang mamadai untuk pengembangan potensi/skill peserta didik
- Ruang perpustakaan yang kurang memadai
- Oportunity (Peluang)
- Bantuan Donatur
- Partisipasi masyarakat terhadap sekolah
- Threat (Ancaman)
- Persaingan antarsekolah swasta
- Kecanduan memainkan gawai
Masyarakat di sekitar SMP IT Alkhairaat Kota Ternate sebagian pegawai pemerintahan dan wiraswasta . Sebagai sekolah yang berada pada lingkungan perkotaan dan input peserta didik yang mayoritas dari dalam kota dan sebagian kecil dari luar kota ternate.
Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntutan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik peserta didik dan budaya lokal daerah setempat.
Peserta didik SMP IT ALKHAIRAAT diharapkan mempunyai life skill yang berguna dan mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat dan dunia Pendidikan. Sehingga harapan dari Pemerintah Kota Ternate untuk mencetak generasi yang mampu berdaptasi dengan perkembangan zaman akan terwujud. Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui kreasi budaya literasi pada peserta didik. Sehingga peserta didik mampu menghasilnya salah satu karya yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yang mampu bernalar kritis dan berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang diharapkan adalah terciptanya profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.
Secara yuridis, Kurikulum Operasional SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE disusun dengan mengacu pada peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku baik itu dari pusat ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, kurikulum Operasional SMP IT ALKHAIRAAT mengacu pada kemampuan guru sebagai tenaga profesional dalam pembelajaran dan penilaian.
Peningkatan profesionalisme guru, dilakukan dalam bentuk pelatihan secara berkesinambungan. Hal tersebut merupakan komitmen untuk menjadi profesional dalam layanan pada peserta didik.
Hal lain, dari perspektif pedagogis, yang dijadikan pertimbangan adalah Undang- Undang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Dari landasan pedagogis dalam konteks merdeka belajar, proses belajar di SMP IT Alkhairaat Kota Ternate berorientasi pada peserta didik dan bentuknya beragam, Pembelajaran sebagai aktivitas tim yang bersifat kolaboratif.
Pembelajaran di SMP IT ALKHAIRAAT menggunakan Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang yang bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong royong dan kreatif, inovatif yang mampu mengrekasikan ide/ gagasan berdasarkan kekhasan daerah yang tetap berakar pada budaya bangsa.
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. Visi
“UNGGUL DALAM IBADAH, BERAKHLAKUL MULIA, CERDAS AKADEMIK DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN”
Untuk menentukan visi tersebut berjalan dengan baik dan benar, maka ditetapkan beberapa indikator sebagai variabel penilaian, yaitu ;
- Indikator unggul dalam ibadah adalah peserta didik tertib dan tepat waktu dalam pelasanaan sholat lima waktu. pembiasaan shalat sunnah (Rawatib dan Dhuha), melaksanakan sholat secara berjama'ah, rajin membaca dan menghafal Al-Qur an serta melaksanakan puasa sunnah senin-kamis.
- Indikator berakhlak mulia adalah sopan santun dalam bertutur kata, tertib budi pekerti, menghormati orang tua, guru, serta orang yang lebih tua dan teman sejawat, dapat bersosialisasi dengan baik.
- Indikator Cerdas akademik, yaitu tertib dan penuh perhatian dalam belajar, mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru, membawa buku sesuai jadwal, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan motivasi belajar berprestasi, unggul dalam akademik, cerdas dalam berpikir, berinisiatif dan berketrampilan dalam bahasa
- Indikator berwawasan lingkungan yaitu menjaga kebersihan diri, kelas dan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, berpakaian seragam dengan baik dan rapi sesuai ketentuan, menjaga kerapian buku pelajaran.’
B. Misi
Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun Misi yang dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut :.
- Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan Islami berlandaskan Alquran dan Hadits
- Menyelenggarakan sekolah Islam yang dikelola secara efektif, efisien dan akuntabel sehingga dapat meningkatkan kualitas secara terus menerus.
- Membangun pola pendidikan dan membangun yang Islami dan integrative
- Menyelenggarakan kegiatan belajar terpadu yang menyenangkan, mampu menstimulasi kecerdasan emosional, fisik, sosial dan spiritual dengan pendekatan belajar aktif, koloboratif sesuai perkembangan intelektual, emosi anak
- Mengembangkan nilai nilai kewirausahaan dan keterampilan hidup untuk menghadapi era globalisasi
- Menghasilkan lulusan berkualitas baik berakhlak Islami, berdaya saing kuat
- Melaksanakan pengelolaan sekolah yang amanah, berkualitas baik, efektif, efisien, dan berorintasi pada pelanggan
- Membina kemitraan positif, dan produktif dengan orang tua dan masyarakat dalam rangka mencapai visi dan misi sekolah
C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai SMP IT ALKHAIRAAT sebagai bentuk untuk mewujudkan visi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
- Menghasilkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang berstandar nasional
- Terlaksananya program Tadarus Al Quran oleh peserta didik dan warga sekolah sebelum melaksanakan KBM.
- Terlaksananya program sholat Dhuha dan Dzuhur Berjamaah oleh seluruh warga sekolah.
- Menghasilkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional
- Menghasilkan sarana, media, dan sumber belajar untuk pembelajaran yang memadai dan relevan dalam mendukung PBM.
- Menghasilkan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung PBM.
- Mewujudkan lulusan yang berkualitas, beriman, dan mampu bersaing.
- Mengupayakan menjuarai berbagai kompetisi akademik dan non akademik tingkat kota maupun tingkat propinsi
- Menghasilkan mutu lulusan, di atas rata – rata Nilai 70.
- Tercapainya angka kenaikan kelas 100% setelah proses pembelajaran ditempuh.
- Terlaksananya program 7 K (Keamanan, Ketertiban, Kekeluargaan, keindahan, Kebersihan, Kenyamanan, dan Kerindangan) menuju sekolah kondusif.
- Terlaksananya program 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Salim dan Santun).
BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Intrakurikuler
1. Keputusan Mendikbudristek No. 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidkan Dasar, dan Jenjang Pendidkan Menengah : mengatur struktur kurikulum secara nasional yang memuat kegiatan intrakurikuler.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
REPUBLIK INDONESINOMOR 13 TAHUN 2025
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 12 TAHUN 2024 TENTANG KURIKULUM
PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN
JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a.bahwa untuk membangun manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,dan berkarakter Pancasila, diselenggarakan pendidikan bermutu untuk semua;
- bahwa dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua sebagaimana dimaksud dalam huruf a, diperlukan penyesuaian kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang mampu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan global, dan keragaman sosial dan budaya;
- bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun
2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di pendidikan berwenang untuk menetapkan kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah;
- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
|
|
Mengingat : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994) 4. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentangStandar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 6676) sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6762); 5. Peraturan Presiden Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 385); 6. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1050);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKA KEBUDAYAAN, RIET, DAN TKNOLOGINOMOR 12 TAHUN 2024 TENTANG KURIKULUM PADAPENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH.
Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 172) diubah sebagai berikut:
1. Ketentuan ayat (2) Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 3 (1) Kerangka dasar Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a merupaka rancangan landasan utama dalam pengembangan struktur Kurikulum. (2) Kerangka dasar Kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat: a. tujuan; b. prinsip; c. landasan filosofis; d. landasan sosiologis; e. landasan psikopedagogis; dan f. pendekatan pembelajaran mendalam. 2. Ketentuan Pasal 6 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 6 Struktur Kurikulum terdiri atas: a. struktur Kurikulum pendidikan anak usia dini atau bentuk lain yang sederajat; b. struktur Kurikulum sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, atau bentuk lain yang sederajat; c. struktur Kurikulum sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang sederajat; d. struktur Kurikulum sekolah menengah atas, madrasah aliyah, atau bentuk lain yang sederajat; e. struktur Kurikulum sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan; f. struktur Kurikulum sekolah dasar luar biasa dan madrasah ibtidaiyah luar biasa; g. struktur Kurikulum sekolah menengah pertama luar biasa dan madrasah tsanawiyah luar biasa; h. struktur Kurikulum sekolah menengah atas luar biasa dan madrasah aliyah luar biasa; dan i. struktur Kurikulum Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan. 3. Ketentuan Pasal 16 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Kokurikuler sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b memuat: a. kompetensi; b. muatan pembelajaran; dan c. beban belajar. (2) Kokurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia hebat, dan/atau cara lainnya. (3) Kokurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada pendidikan kesetaraan dilaksanakan paling sedikit melalui pemberdayaan dan keterampilan. (4) Kokurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan oleh Satuan Pendidikan mengacu pada panduan yang ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. 4. Ketentuan Pasal 17 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 17 (1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a dirumuskan untuk memperkuat: a. keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; b. kewargaan; c. penalaran kritis; d. kreativitas; e. kolaborasi; f. kemandirian; g. kesehatan; dan h. komunikasi. (2) Alur perkembangan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. 5. Ketentuan Pasal 18 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 18 (1) Muatan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b berupa tema. (2) Tema sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk merumuskan topik yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik Peserta Didik. (3) Tema sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan oleh Satuan Pendidikan. 6. Ketentuan Pasal 19 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 19 Beban belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat(1) huruf c pada Kokurikuler dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu 1 (satu) tahun ajaran. 7. Ketentuan Pasal 22 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 22 (1) Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah jalur formal menyelenggarakan layanan Ekstrakurikuler. (2) Satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya menyediakan Ekstrakurikuler kepramukaan atau kepanduan lainnya. (3) Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia dinidan Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan dapat menyelenggarakan layanan Ekstrakurikuler. 8. Ketentuan Pasal 32 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 32 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: a. Satuan Pendidikan yang menggunakan struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a dan huruf i dapat menerapkan Kurikulumsebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri ini secara bertahap atau secara serentak; b. Satuan Pendidikan yang menggunakan struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, huruf c, huruf f, dan huruf g dapat menerapkan Kurikulum sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri ini secara bertahap mulai dari kelas I, kelas IV, dan kelas VII atau secara serentak pada seluruh kelas; dan c. Satuan Pendidikan yang menggunakan struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf d, huruf e, dan huruf h dapat menerapkan Kurikulum sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri ini secara bertahap mulai dari kelas X. 9. Di antara Pasal 32 dan Pasal 33 disisipkan 1 (satu) pasal,yakni Pasal 32A sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 32A Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, matapelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial diselenggarakan Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah mulai tahun ajaran 2025-2026 secara bertahap. 10. Ketentuan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I,Lampiran II, dan Lampiran III Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah diubah, sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, Lampiran II,dan Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal II Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Juli 2025 MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ABDUL MU’TI
|
2. Alokasi Waktu
Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh peserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) dan Mulok (Bahasa Arab).
Pembelajaran pada SMP IT ALKHAIRAAT Kota Ternate menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembrelajaran. Dalam pembelajaran berbasis literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan unbtuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya artikel, atau publikasi digital.Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan sintak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan. Adapun muatan kurikulum pada kegiatan intrakurikuler ada pada tabel 3.1
Tabel 3.1 Muatan/ Struktur Kurikulum Intrakurikuler
|
No |
Alokasi Waktu |
Kegiatan Reguler/ Minggu |
Projek 20% - 30% |
Total JP Per Tahun |
|
1 |
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
72 (2) |
36 (33%) |
108 |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
PPKn |
72 (2) |
36 (33%) |
108 |
|
3 |
Bahasa Indonesia |
144 (4) |
72 (33%) |
216 |
|
4 |
Matematika |
144 (2) |
36 (20%) |
180 |
|
5 |
IPA |
144 (2) |
36 (20%) |
180 |
|
6 |
IPS |
108 (2) |
36 (25%) |
144 |
|
7 |
Bahasa Inggris |
108 (2) |
36 (25%) |
144 |
|
8 |
PJOK |
72 (2) |
36 (33%) |
108 |
|
9 |
Informatika |
72 (2) |
36 (33%) |
108 |
|
10 |
Mapel Pilihan (SB/Prakarya) |
72 (2) |
36 (33%) |
108 |
|
11 |
Mulok(Bahasa Arab)
|
72 (2) |
36 (33%) |
108 |
|
|
JUMLAH |
1080 (4) |
1. 26,18%) |
|
- Muatan Kurikulum
Kurikulum di SMP IT Alkhairaat Kota Ternate dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis tema atau integrated curriculum pada mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa Inggris, Matematika, dan Informatika. Sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Seni, dan PJOK dilaksanakan dalam bentuk parsial. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 6 hari masuk sekolah.
Pelaksanaan proses pembelajaran di SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE dilaksanakan dalam dua macam bentuk kegiatan, yaitu pembelajaran regular dan blok. Pembelajaran regular adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan dikelas secara rutin sedangkan sistem blok dilaksanakan sesuai event tertentu.
Muatan kurikulum dalam satuan Pendidikan memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler.
- Ko Kurikuler
1. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Kegiatan proyek penguatan merupakan kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler didalam kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Ada beberapa bentuk kegiatan penguatan di SMP IT ALKHAIRAAT Kota Ternate.
Pelaksanaan kegiatan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP IT Alkhairaat Kota Ternate dilaksanakan pada hari Sabtu Setiap Minggu. Peseta didik harus menyelesaikan Pemilihan Ketua Osis dalam waktu 4 minggu. Tema yang diambil mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dan penentuan pemilihan tema ditentukan oleh guru pengampu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penilaian. Pelaksanaan proyek tersebut adalah kolaborasi antara beberapa mata pelajaran namun dengan penilaian dan jenis proyek yang berbeda tiap mata pelajaran. Kegiatan proyek profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan mengacu pada model pembelajaran berbasis proyek (PJBL). Langkah Kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini antara lain :
1) Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dengan mentukan pertanyaan mendasar untuk memulai proye
2) Mendesain pelaksaan proyek ;
3) Menyusun jadwal proyek;
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek ;
5) Menguji Hasil;
6) Mengevaluasi pengalaman yang sudah diperoleh oleh peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh guru mata pelajaran, pembina dan wali kelas dengan tetap melibatkan orang tua baik secara langsung maupun tidak langsung. Pihak sekolah mengadakan pemantauan terkait kegiatan proyek tersebut.
Berikut adalah Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dirancang SMP IT ALKHAIRAAT Kota Ternate.
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Sasaran Nilai PPP |
Mapel Terintegrasi |
Waktu |
|
1 |
Suara Demograsi |
-Pemilihan Ketua Osis.
-Muhadaroh -Qubra dan -Sugra |
Berkebinekaan Global, Gotong Royong |
-PPKn, Bahasa Indonesia dan IPS
-PPKn, Bahasa Indonesia dan PAI |
- Setiap Pelaksaan pemilihan osis setahun sekali.
- Muhadaroh Qubra Setiap Hari Sabtu Bulan berjalan. - Muhadaroh Sugra setiap senin minggu berjalan. |
|
2 |
Bangunlah Jiwa Dan Raganya |
Memfasilitasi perayaan hari besar Keagamaan. |
Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa |
PPKn, Pendidikan Agama, |
Setiap Semester Sekali |
|
3
|
Kewirausahaan |
Pengolahan makanan dari Bahan mentah Me njadi Siap Saji. |
Gotong Royong dan Kreatif |
Matematika, |
Setiap Semester Sekali |
C. Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler ada 2 macam yaitu ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib yaitu kepramukaan, muhadarah dan ekstrakurikuler pilihan yang dikembangkan dan diselenggarakan sesuai bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ektrakurikuler kepramukaan wajib diikuti seluruh peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, aktualisasi dan regular. Kegiatan ekstra wajib untuk pendidikan kepramukaan sebagai suplemen pencapaian profil pelajar Pancasila. Ekstrakuriler wajib kepramukaan ini wajib diikuti oleh semua peserta didik (kleas VII, VIII, IX) dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran tiap minggu.
Sedangkan ekstrakurikuler pilihan diikuti oleh peserta didik kelas VII, dan VIII, alokasi waktunya setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan setiap hari sabtu. Kegiatan ekstrakurikuler bersifat dinamis sesuai dengan input dan bakat minat peserta didik, sehingga mampu menggali potensi peserta didik.
Tabel 3.2 Kegiatan Ekstrakurikuler
|
No |
Kiatan |
Tuuan dan Indikator Keberhasilan |
Saaran |
Pihak Terkat |
|
A. |
Krida |
|||
|
|
Pramuka
|
Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kepemimpinan, kebhinekaan global, kemandirian, kreatif, disiplin, tanggungjawab dan semangat nasionalisme dan kegotong- royongan |
Kelas VII, VIII, IX |
Pelatih |
|
B. |
Karya Ilmiah |
|||
|
|
- Matematika - Ipa Terpadu - Ips Terpadu |
Menyiapkan peserta didik untuk mampu berfikir kritis dalam menghadapi olimpiade dan kompetisi dalam rangka menjadi yang terbaik di tiap tingkatan dengan karakter berfikir kritis dan mandiri. |
Kelas VII, VIII |
Pembimbing mata Pelajaran.
|
|
C. |
Latihan Olah Bakat dan Olah Mina |
|
||
|
1 |
Penak Silat
|
Menyiapka peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang olah raga dan memperoleh juara dalam kejuaraan olah raga dengan mengacu pada karakter mandiri maupun gotong royong. |
Kelas VII, VIII, IX |
Guru Mata Pelajaran |
|
2 |
Sepak Bola
|
|||
|
3 |
Baca Puisi |
Menyiapkan peserta didik untukmengembangkan kemampuan dalam literasi dan memperoleh kejuaraan dalam lomba dengan mengacu pada karakter kreatif |
Kelas VII, VIII, IX |
Guru Mata Pelajaran |
|
D. |
Keagamaan |
|||
|
1 |
STQ |
Menyiapkan dan melatih peserta didik dalam mengembangkan bakat minatnya dalam bidang keagamaan dan memperoleh juara pada lomba dengan berkarakter beriman, bertqwa kepada Tuhan YME dan berakhkak Mulia |
Kelas VII, VIII, IX
|
Guru Mata Pelajaran |
|
2 |
Mohadorah |
|||
D. Peraturan Akademik
1. Asesmen
KEPUTUSAN
KEPALA SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE Nomor: 229 /KEP/SMPIT/VII/2026
TENTANG
PERATURAN AKADEMIK SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa
Kepala Sekolah Menengah Pertama SMP IT Alkhairaat Kota Ternate
Menimbang:
- Bahwa dalam mendukung kelancaran proses belajar-mengajar yang kondusif diperlukan peraturan akdemik bagi peserta
- Bahwa peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur persyaratan kehadiran, ketentuan ulangan, kenaikan kelas, kelulusan, dan hak-hak peserta didik SMP IT Akhairaat Kota Ternate.
- Bahwa peraturan akademik diberlakukan bagi semua peserta didik SMP IT Alkairaat Kota Ternate agar dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang
Mengingat:
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
- Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajar
Memperhatikan:
- Kurikulum SMP IT Alkhairaat Kota Ternate Tahun Pelajaran 2025/2026
- Visi, Misi, dan Tujuan SMP IT Alkairaat Kota Ternate.
Memutuskan
Menetapkan
Pertama : Peraturan Akademik SMP IT Alkairaat Kota Ternate Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kedua : Peraturan Akademik SMP IT Alkhairaat Kota ternate adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
Ketiga : Peraturan Akademik SMP IT Alkairaat Kota Ternate sebagaimana yang dimaksud dalam diktum pertama diberlakukannya bagi semua peserta didik SMP IT Alkhairaat Kota Ternate.
Keempat :Segala Sesuatu akan diubah dan ditetapkan kembali apabila ternyata di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.
Kelima : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Ternate
Tanggal : 04 Juli 2026
Kepala Sekolah,
Dj. Maryam Yusuf, S.Pd.
Nip. -
BAB IV
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. ATP / SILABUS
- CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA SALAH SATU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
- Rasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan literasi. Literasi menjadi kemampuan sangat penting yang digunakan untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran literasi untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia. Kemampuan literasi dikembangkan ke dalam pembelajaran menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara, dan mempresentasikan untuk berbagai tujuan berbasis genre yang terkait dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan. Setiap genre memiliki tipe teks yang didasarkan pada alur pikir—struktur—khas teks tertentu. Tipe teks merupakan alur pikir yang dapat mengoptimalkan penggunaan bahasa untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat.
Model utama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah pedagogi genre. Model ini memiliki empat tahapan, yaitu: penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent construction). Di samping pedagogi genre, pembelajaran bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan model-model lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu. Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia akan membentuk pribadi Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Rasional sebagaimana diuraikan di atas dapat dipaparkan pada gambar 1 sebagai berikut.
Gambar 1: Rasional Pembelajaran Bahasa Indonesia
- Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan:
- akhlak mulia dengan menggunakan bahasa Indonesia secara santun;
- sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Republik Indonesia;
- kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual) untuk berbagai tujuan (genre) dan konteks;
- kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar kritiskreatif) dalam belajar dan bekerja;
- kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, mandiri, bergotong royong, dan bertanggung jawab;
- kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
- kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia dan dunia yang demokratis dan berkeadilan.
- Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi modal dasar untuk belajar dan bekerja karena berfokus pada kemampuan literasi (berbahasa dan berpikir). Kemampuan literasi menjadi indikator kemajuan dan perkembangan anak-anak Indonesia. Mata pelajaran Bahasa Indonesia membina dan mengembangkan kepercayaan diri peserta didik sebagai komunikator, pemikir kritis-kreatif-imajinatif dan warga negara Indonesia yang menguasai literasi digital dan informasional. Pembelajaran Bahasa Indonesia membina dan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan literasi dalam semua peristiwa komunikasi yang mendukung keberhasilan dalam pendidikan dan dunia kerja.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak, membaca dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan, serta menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi peserta didik, yaitu bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami, mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif). Pengembangan kompetensi berbahasa, bersastra, dan berpikir diharapkan membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan literasi tinggi dan berkarakter Pancasila.
- Mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup kemampuan reseptif (menyimak, membaca dan memirsa) dan kemampuan produktif (berbicara dan mempresentasikan, menulis).
- Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis genre melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual). Model pembelajaran menggunakan pedagogi genre, yaitu: penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent construction); serta kegiatan yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif dalam proses pembelajaran.
- Mata pelajaran Bahasa Indonesia dibelajarkan untuk meningkatkan:
- kecakapan hidup peserta didik dalam mengelola diri dan lingkungan;
- kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya.
|
Area Pembelajaran
|
|
Kemampuan |
|
Sub-kemampuan
|
|
|
||||
|
Bahasa |
Reseptif
|
Menyimak
|
||
|
Membaca dan Memirsa
|
||||
|
|
|
|||
|
|
Berbicara dan |
|||
|
|
Produktif
|
Mempresentasikan
|
||
|
Menulis
|
||||
Pengertian kemampuan berbahasa diuraikan sebagai berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Menyimak |
Menyimak adalah kemampuan peserta didik menerima, memahami, dan memaknai informasi yang didengar dengan sikap yang baik agar dapat menanggapi mitra tutur. Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan dengan konsentrasi, mengidentifikasi, memahami pendapat, menginterpretasi tuturan bahasa, dan memaknainya berdasarkan konteks yang melatari tuturan tersebut. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi. |
|
Membaca dan Memirsa |
Membaca adalah kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Memirsa merupakan kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian cetak, visual dan/atau audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Komponenkomponen yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya kepekaan terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
|
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Berbicara dan Mempresentasikan |
Berbicara adalah kemampuan peserta didik untuk menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan dengan santun. Mempresentasikan merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan secara fasih, akurat, bertanggung jawab, mengajukan dan/atau menanggapi pertanyaan/pernyataan , dan/atau menyampaikan perasaan secara lisan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif dan santun melalui beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual). Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
|
|
Menulis |
Menulis adalah kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan perasaan sesuai konteks. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menulis di antaranya penggunaan ejaan, kosakata, kalimat, paragraf, struktur bahasa , makna, dan metakognisi dalam beragam jenis teks. |
Fase D (Kelas VII SMP)
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk penguatan karakter.
Fase D Berdasarkan Elemen.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Menyimak |
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. |
|
Membaca dan Memirsa |
Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. |
|
Berbicara dan Mempresentasikan |
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik. |
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
mampu menggunakan dan memaknai kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan gagasannya. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.
|
- CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
- RASIONAL
Pendidikan merupakan kunci untuk menumbuh kembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila sesuai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pancasila adalah dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah-mufakat, dan keadilan adalah nilai-nilai yang harus ditumbuhkembangkan dan diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai itu kemudian ditetapkan sebagai norma dasar atau grundnorm Indonesia dan diberi nama Pancasila, sehingga menjadi landasan filosofis bagi pengembangan seluruh aturan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia, nilai-nilai Pancasila semestinya mewujud dalam setiap sikap dan perbuatan segenap warga negara Indonesia. Keterwujudan dalam sikap dan perbuatan tersebut akan dapat mengantarkan seluruh bangsa pada kehidupan yang adil makmur sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Gambaran ideal cita-cita bangsa tersebut masih jauh dari terwujud walaupun negara Indonesia telah menempuh perjalanan lebih dari tiga perempat abad. Masih banyak tantangan yang harus diatasi baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap warga negara perlu diarahkan menjadi warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen), sehingga dapat memahami negara dan bangsa Indonesia, memiliki kepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaan Indonesia, dan mencintai tanah air. Dengan demikian, warga negara Indonesia dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, juga turut aktif membentengi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang akan merusak ketahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pendidikan Pancasila memuat nilai-nilai karakter Pancasila yang ditumbuhkembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk menyiapkan warga negara yang cerdas dan baik. Pendidikan Pancasila berisi elemen: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan keyakinan dan pemahaman filosofi bangsa perlu dilakukan perbaikan secara konten maupun proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang di dalamnya terkandung penumbuhkembangan karakter, literasi-numerasi, dan kecakapan abad 21 yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila akan menghasilkan warganegara yang mampu berpikir global (think globally) dengan cara-cara bertindak lokal (act locally) berdasarkan Pancasila sebagai jati diri dan identitas bangsa.
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila mempunyai kedudukan strategis dalam upaya menanamkan dan mewariskan karakter yang sesuai dengan Pancasila kepada setiap warga negara, dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bintang penuntun
untuk mencapai Indonesia emas.
- TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA
Setelah mempelajari Pendidikan Pancasila, peserta didik mampu:
- Berakhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui sikap mencintai sesama manusia, mencintai negara dan lingkungannya untuk mewujudkan persatuan dan keadilan sosial;
- Memahami makna dan nilai-nilai Pancasila, serta proses perumusannya sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;
- Menganalisis konstitusi dan norma yang berlaku, serta menyelaraskan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah-tengah masyarakat global;
- Memahami jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berbineka, serta mampu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan jenis kelamin, SARA (Suku Agama, Ras, Antargolongan), status sosialekonomi, dan penyandang disabilitas;
- Menganalisis karakteristik bangsa Indonesia dan kearifan lokal masyarakat sekitarnya, dengan kesadaran dan komitmen untuk menjaga lingkungan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta berperan aktif dalam kancah global.
- KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PANCASILA
- Wahana pengembangan pendidikan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dengan untuk mewujudkan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab dalam rangka membangun peradaban bangsa Indonesia;
- Wahana edukatif dalam pengembangan peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- Wahana untuk mempraktikkan perilaku gotong royong, kekeluargaan, dan keadilan sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila guna terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika;
- Berorientasi pada penumbuhkembangan karakter peserta didik untuk menjadi warga negara yang cerdas dan baik serta memiliki wawasan kebangsaan yang menekankan harmonisasi sikap, keterampilan, dan pengetahuan;
- Berorientasi pada pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik untuk menjadi pemimpin bangsa dan negara Indonesia di masa depan yang amanah, jujur, cerdas, dan bertanggung jawab.
- ELEMEN PENDIDIKAN PANCASILA
Pendidikan Pancasila memiliki empat elemen kunci beserta cakupan/substansinya, sebagai berikut:
|
No |
Elemen |
Deskripsi Elemen |
|
1. |
Pancasila |
Mengkaji Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa. Mengkaji nilai-nilai Pancasila, proses perumusan Pancasila, implementasi Pancasila dari masa ke masa, serta reaktualisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keseharian. Penerapan nilai-nilai Pancasila secara kolektif dalam beragam kegiatan kelompok dengan membangun kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Mengembangkan potensi sebagai kualitas personal yang bermanfaat dalam kehidupannya, memberi bantuan yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang yang membutuhkan di masyarakat yang lebih luas dalam konteks Indonesia dan kehidupan global. |
|
2. |
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 |
Mengkaji konstitusi dan perwujudan norma yang berlaku mulai dari lingkup terkecil (keluarga, dan masyarakat) sampai pada lingkup negara dan global sehingga dapat mengetahui dan mempraktikkan hak dan kewajibannya baik sebagai manusia, bangsa Indonesia maupun sebagai warga negara Indonesia dan dunia, termasuk menyuarakan secara kritis terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Mempraktikkan sistem musyawarah dari lingkup kelas, sekolah, dan keluarga. Menyadari dan menjadikan musyawarah sebagai pilihan penting dalam mengambil keputusan, menjaga persatuan, dan kehidupan yang demokratis. Peserta didik dapat menganalisis konstitusi, hubungan antarregulasi yang berlaku sehingga segala peraturan perundang-undangan dapat diterapkan secara kontekstual dan aktual. |
|
No |
Elemen |
Deskripsi Elemen |
|
3. |
Bhinneka Tunggal Ika |
Mengenali dan menunjukkan rasa bangga terhadap jati dirinya sebagai anak Indonesia yang berlandaskan Pancasila, sikap hormat kepada bangsa yang beragam, serta memahami dirinya menjadi bagian dari warga negara dunia. Peserta didik dapat menanggapi secara memadai terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik. Peserta didik juga menerima adanya kebinekaan bangsa Indonesia, baik dari segi suku, ras, bahasa, agama dan kelompok sosial. Terhadap kebinekaan tersebut, peserta didik dapat bersikap adil dan menyadari bahwa dirinya setara yang lain, sehingga ia tidak membeda-bedakan jenis kelamin dan SARA. Terhadap kebinekaan itu, peserta didik juga dapat memiliki sikap tenggang rasa, penghargaan, toleransi dan cinta damai sebagai bagian dari jati diri bangsa yang perlu dilestarikan. Peserta didik secara aktif mempromosikan kebinekaan, mempertautkan kearifan lokal dengan budaya global, serta mendahulukan produk dalam negeri. |
|
4. |
Negara Kesatuan Republik Indonesia |
Mengkaji karakteristik bangsa, kearifan lokal, mengenali bahwa dirinya adalah bagian dari lingkungan sekitarnya, sehingga muncul kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap nyaman dihuni. Bermula dari kepedulian untuk mempertahankan lingkungan sekitarnya yang nyaman tersebut, peserta didik dapat mengembangkan ke dalam skala yang lebih besar, yaitu negara, sehingga dapat berperan dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menumbuh kembangkan jiwa kebangsaan akan hak dan kewajiban bela negara sebagai suatu kehormatan dan kebanggaan.Peserta didik dapat mengkaji secara nalar dan kritis sebagai bagian dari sistem keamanan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta berperan aktif dalam kancah global. |
III.1 CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DAN BUDI PEKERTI
- Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar mantap secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti secara umum harus mengarahkan peserta didik kepada (1) kecenderungan kepada kebaikan (al-ḥanīfiyyah), (2) sikap memperkenankan (al-samḥah), (3)
- akhlak mulia (makārim al-akhlāq), dan (4) kasih sayang untuk alam semesta (raḥmat li al-ālamīn). Dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dasar-dasar tersebut kemudian diterapkan oleh peserta didik dalam beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., menjaga diri, peduli atas kemanusiaan dan lingkungan alam. Deskripsi dari penerapan ini akan tampak dalam beberapa elemen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terutama dalam akhlak pribadi dan sosial, akidah, syari’at dan sejarah peradaban Islam.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bisa menjadi pedoman bagi peserta didik dalam menjaga diri dan menerapkan akhlak mulia setiap hari. Berbagai persoalan di masyarakat seperti krisis akhlak, radikalisme dan krisis lingkungan hidup dan lain-lain mempunyai jawaban dalam tradisi agama Islam. Dengan mempelajari dan menghayati Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, peserta didik
mampu menghindari segala perubahan negatif yang terjadi di dunia sehingga tidak mengganggu perkembangan dirinya baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun alam semesta.
Dengan konteks Indonesia pada abad 21 yang semakin kompleks, pemahaman yang mendalam tentang agama sangat dibutuhkan, terutama dalam menghormati dan menghargai perbedaan. Pelajaran agama tidak hanya membahas hubungan manusia dengan Allah (ḥabl min Allāh), namun juga hubungan dengan diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia (ḥabl min al-nās) dan alam semesta. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan yang beragam dalam proses belajar agama yang tidak hanya berupa ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang bertumpu pada keingintahuan dan penemuan (inquiry and discovery learning), proses belajar yang berpihak pada anak (studentcentered learning), proses belajar yang berbasis pada pemecahan masalah (problem based learning), pembelajaran berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based learning), dan proses belajar yang kolaboratif (collaborative learning). Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya keterampilan yang berharga seperti budaya berpikir kritis, kecakapan berkomunikasi dan berkolaborasi, dan menjadi peserta didik yang kreatif.
Melalui muatan materi yang disajikannya dalam 5 (lima) elemen keilmuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti antara lain alQuran dan hadis, akidah, akhlak, fiqih, dan sejarah peradaban Islam, pelajaran agama Islam dapat berkontribusi dan menguatkan terbentuknya profil pelajar pancasila sebagai pelajar sepanjang hayat (min al-mahdi ila al-laḥdi) yang beriman dan bertakwa, serta berakhlak mulia, menyadari dirinya bagian dari penduduk dunia dengan berkepribadian dan punya kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan bergotong royong.
- Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada praktiknya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditujukan untuk:
- memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mantap spiritual, berakhlak mulia, selalu menjadikan kasih sayang dan sikap toleran sebagai landasan dalam hidupnya;
- membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang memahami dengan baik prinsip-prinsip agama Islam terkait akhlak mulia, akidah yang benar (‘aqīdah ṣaḥīḥah) berdasar paham ahlus sunnah wal jamā`ah, syariat, dan perkembangan sejarah peradaban Islam, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hubungannya dengan sang pencipta, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun lingkungan alamnya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- membimbing peserta didik agar mampu menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam berfikir sehingga benar, tepat, dan arif dalam menyimpulkan sesuatu dan mengambil keputusan;
- mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisa perbedaan pendapat sehingga berperilaku moderat (wasaṫiyyah) dan terhindar dari radikalisme ataupun liberalisme;
- membimbing peserta didik agar menyayangi lingkungan alam sekitarnya dan menumbuhkan rasa tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah di bumi. Dengan demikian dia aktif dalam mewujudkan upaya-upaya melestarikan dan merawat lingkungan sekitarnya; dan
- membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dengan demikian dapat menguatkan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah), persaudaraan seagama (ukhuwwah Islāmiyyah), dan juga persaudaraan sebangsa dan senegara (ukhuwwah waṫaniyyah) dengan segenap kebinekaan agama, suku dan budayanya.
- Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mencakup elemen keilmuan yang meliputi (1) Al-Qur’an-Hadis, (2) Akidah, (3) Akhlak, (4) Fikih, dan (5) Sejarah Peradaban Islam.
Elemen-Elemen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti.
|
Elemen
|
Deskripsi |
|
Al-Qur’an dan Hadis |
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menekankan kemampuan baca dan tulis Al-Qur’an dan hadis dengan baik dan benar. Ia juga mengantar peserta didik dalam memahami makna secara tekstual dan kontekstual serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga menekankan cinta dan penghargaan tinggi kepada Al-Qur’an dan Hadis Nabi sebagai pedoman hidup utama seorang muslim. |
|
Akidah |
Berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang akan mengantarkan peserta didik dalam mengenal Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para Nabi dan Rasul, serta memahami konsep tentang hari akhir serta qadā’ dan qadr. Keimanan inilah yang kemudian menjadi landasan dalam melakukan amal saleh, berakhlak mulia dan taat hukum. |
|
Akhlak |
Merupakan perilaku yang menjadi buah dari ilmu dan keimanan. Akhlak akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Ilmu akhlak mengantarkan peserta didik dalam memahami |
|
Elemen |
Deskripsi |
|
|
pentingnya akhlak mulia pribadi dan akhlak sosial, dan dalam membedakan antara perilaku baik (maḥmūdah) dan tercela (mażmūmah). Dengan memahami perbedaan ini, peserta didik bisa menyadari pentingnya menjauhkan diri dari perilaku tercela dan mendisiplinkan diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik dalam konteks pribadi maupun sosialnya. Peserta didik juga akan memahami pentingnya melatih (riyāḍah), disiplin (tahżīb) dan upaya sungguhsungguh dalam mengendalikan diri (mujāhadah). Dengan akhlak, peserta didik menyadari bahwa landasan dari perilakunya, baik untuk Tuhan, dirinya sendiri, sesama manusia dan alam sekitarnya adalah cinta (maḥabbah). Pendidikan Akhlak juga mengarahkan mereka untuk menghormati dan menghargai sesama manusia sehingga tidak ada kebencian atau prasangka buruk atas perbedaan agama atau ras yang ada. Elemen akhlak ini harus menjadi mahkota yang masuk pada semua topik bahasan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, akhlak harus menghiasai keseluruhan konten dan menjadi buah dari pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti . |
|
Fikih |
Merupakan interpretasi atas syariat. Fikih merupakan aturan hukun yang berkaitan dengan perbuatan manusia dewasa (mukallaf) yang mencakup ritual atau hubungan dengan Allah Swt. (‘ubudiyyah) dan kegiatan yang berhubungan dengan sesama manusia (mu‘āmalah). Fikih mengulas berbagai pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan dan ketentuan hukum dalam Islam serta implementasinya dalam ibadah dan mu‘āmalah. |
|
Sejarah Peradaban Islam |
Menguraikan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia dalam membangun peradaban dari masa ke masa. Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam (SPI) menekankan pada kemampuan mengambil hikmah dari sejarah masa lalu, menganalisa pelbagai macam peristiwa dan menyerap berbagai kebijaksanaan yang telah dipaparkan oleh para generasi terdahulu. Dengan refleksi atas kisah-kisah sejarah tersebut, peserta didik mempunyai pijakan historis dalam menghadapi permasalahan dan menghindari dari terulangnya kesalahan untuk masa sekarang maupun masa depan. Aspek ini akan menjadi keteladanaan (‘ibrah) dan menjadi inspirasi generasi penerus bangsa dalam menyikap dan menyelesaikan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek, seni, dan lain-lain dalam rangka membangun peradaban di zamannya. |
- Fase D ( Kelas VII)
Pada akhir Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam rukun Iman. Dalam elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayatayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam elemen ibadah, peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami konsep mu‘āmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen sejarah, peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
Fase D Berdasarkan Elemen
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Al-Qur’an dan Hadis |
Peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar Islam. |
|
Akidah |
Peserta didik mendalami enam rukun Iman. |
|
Akhlak |
Peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan HadisHadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal |
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. |
|
Fikih |
Peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami konsep muʿāmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. |
|
Sejarah Peradaban Islam |
Peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia. |
IV.1. CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
- Rasional Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang dominan digunakan secara global dalam aspek pendidikan, bisnis, perdagangan, ilmu pengetahuan, hukum, pariwisata, hubungan internasional, kesehatan, dan teknologi. Mempelajari bahasa Inggris memberikan peserta didik kesempatan untuk berkomunikasi dengan warga dunia dari latar belakang budaya yang berbeda. Dengan menguasai bahasa Inggris, maka peserta didik akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan menggunakan berbagai teks. Dari interaksi tersebut, mereka memperoleh pengetahuan, mempelajari berbagai keterampilan, dan perilaku manusia yang dibutuhkan untuk dapat hidup dalam budaya dunia yang beraneka ragam.
Pembelajaran bahasa Inggris umum pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket B; dan SMA/MA/Program Paket C) dalam kurikulum nasional memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membuka wawasan yang berkaitan dengan diri sendiri, hubungan sosial, kebudayaan, dan kesempatan kerja yang tersedia secara global. Mempelajari bahasa Inggris memberikan peserta didik kemampuan untuk mendapatkan akses ke dunia luar dan memahami cara berpikir yang berbeda. Pemahaman mereka terhadap pengetahuan sosial-budaya dan interkultural ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dengan memahami budaya lain dan interaksinya dengan budaya Indonesia, mereka mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang budaya Indonesia, memperkuat identitas dirinya, dan dapat menghargai perbedaan.
Pembelajaran bahasa Inggris difokuskan pada penguatan kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam enam keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan secara terpadu, dalam berbagai jenis teks. Capaian Pembelajaran minimal keenam keterampilan bahasa Inggris ini mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFR) dan setara level B1. Level B1 (CEFR) mencerminkan spesifikasi yang dapat dilihat dari kemampuan peserta didik untuk:
- mempertahankan interaksi dan menyampaikan sesuatu yang diinginkan, dalam berbagai konteks dengan artikulasi jelas;
- mengungkapkan pokok pikiran utama yang ingin disampaikan secara komprehensif; dan
- mempertahankan komunikasi walaupun terkadang masih terdapat jeda.
Pembelajaran bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket B; dan SMA/MA/Program Paket C) diharapkan dapat membantu peserta didik berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari life skills. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris umum adalah pendekatan berbasis teks (genre-based approach), yakni pembelajaran difokuskan pada teks, dalam berbagai moda, baik lisan, tulisan, visual, audio, maupun multimodal. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikatakan oleh Halliday dan Mathiesen (2014: 3) bahwa “When people speak or write, they produce text, and text is what listeners and readers engage with and interpret.” Ada empat tahapan dalam pendekatan berbasis teks, dan keempat tahapan ini dilakukan dalam pembahasan mengenai topik yang sama.
- Building Knowledge of the Field (BKOF): Guru membangun pengetahuan atau latar belakang pengetahuan peserta didik terhadap topik yang akan ditulis atau dibicarakan. Pada tahapan ini, guru juga membangun konteks budaya dari teks yang diajarkan.
- Modelling of the Text (MOT): Guru memberikan model/contoh teks sebagai acuan bagi peserta didik dalam menghasilkan karya, baik secara lisan maupun tulisan.
- Joint Construction of the Text (JCOT): Guru membimbing peserta didik dan bersama-sama memproduksi teks.
- Independent Construction of the Text (ICOT): peserta didik memproduksi teks lisan dan tulisan secara mandiri (Emilia, 2011).
Komunikasi akan terjadi pada tingkat teks, bukan hanya sekadar kalimat. Artinya, makna tidak hanya disampaikan oleh kata-kata, melainkan harus didukung oleh konteks. Setiap teks memiliki tujuan, seperti mendeskripsikan, menjelaskan, bercerita, dsb. (Agustien, 2020).
Pembelajaran bahasa Inggris umum di dalam kurikulum nasional membantu peserta didik untuk menyiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang memiliki Profil Pelajar Pancasila seperti beriman dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, dan berkebhinekaan global. Profil ini dapat dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Inggris umum, karena pembelajarannya yang bersifat dinamis dan fluid, yaitu memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat dalam pemilihan teks atau jenis aktivitas belajarnya. Pembelajaran bahasa Inggris memiliki peluang untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila melalui materi teks tertulis, visual, teks oral, maupun aktivitas-aktivitas yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar.
Mata pelajaran Bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Dasar dan
Menengah (SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket B; dan SMA/MA/Program Paket C) dapat diselenggarakan sebagai mata pelajaran pilihan bagi satuan pendidikan yang memiliki kesiapan sumber daya. Satuan pendidikan yang belum siap memberikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan dapat mengintegrasikan muatan Bahasa Inggris ke dalam mata pelajaran lain dan/atau ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat, komite sekolah, relawan mahasiswa, dan/atau bimbingan orang tua.
- Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Mata pelajaran bahasa Inggris bertujuan untuk memastikan peserta didik dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
- Mengembangkan kompetensi komunikatif dalam bahasa Inggris dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulisan, visual, dan audiovisual).
- Mengembangkan kompetensi interkultural untuk memahami dan menghargai perspektif, praktik, dan produk budaya Indonesia dan budaya asing.
- Mengembangkan kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang mandiri dan bertanggung jawab.
- Mengembangkan keterampilan bernalar kritis dan kreatif.
- Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Inggris
- Jenis teks yang diajarkan dalam bahasa Inggris umum beragam, misalnya narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, diskusi, teks khusus (pesan singkat, iklan), dan teks otentik. Beragam teks ini disajikan bukan hanya dalam bentuk teks tulisan saja, tetapi juga teks lisan (monolog atau dialog), teks visual, teks audio, dan teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual dan audio), baik otentik maupun teks yang dibuat untuk tujuan pengajaran, baik tunggal maupun teks ganda, yang diproduksi dalam kertas maupun layar. Hal ini diupayakan untuk memfasilitasi peserta didik agar terampil menggunakan teknologi (literasi teknologi), sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menavigasi informasi digital.
- Guru dapat menentukan jenis teks yang ingin diajarkan sesuai dengan kondisi di kelas. Pembelajaran dapat dimulai dari jenis teks yang memuat topik yang sudah dikenal oleh peserta didik untuk membantu mereka memahami isi teks yang dibacanya dan kemudian mampu menghasilkan teks jenis tersebut dalam bentuk lisan dan tulisan. Selanjutnya, guru dapat memperkenalkan peserta didik dengan jenis teks yang baru diketahui oleh peserta didik. Guru dapat membantu mereka membangun pemahaman terhadap jenis teks baru tersebut, sehingga peserta didik mampu menghasilkan karya dalam jenis teks tersebut, baik lisan maupun tulisan. Pemilihan jenis teks juga dapat disesuaikan dengan kondisi yang sering dialami oleh peserta didik baik di dalam konteks sekolah, maupun konteks di rumah agar peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan teks tersebut dalam kehidupan nyata.
- Proses belajar berfokus pada peserta didik (learner-centred) (Tyler, 1949, 1990), yakni bahwa proses belajar harus difokuskan pada upaya mengubah perilaku peserta didik (yang asalnya dari tidak mampu menjadi mampu), dalam menggunakan bahasa Inggris pada enam keterampilan berbahasa dalam berbagai jenis teks.
- Pembelajaran bahasa Inggris umum difokuskan pada kemampuan berbahasa peserta didik sesuai dengan tahapan perkembangan kemampuan berbahasa. Pembelajaran bahasa Inggris umum mencakup elemen keterampilan reseptif (menyimak, membaca, dan memirsa), serta keterampilan produktif (berbicara, menulis, dan mempresentasikan).
Berikut elemen-elemen mata pelajaran serta deskripsinya
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Menyimak |
Kemampuan memahami informasi, memberikan apresiasi kepada lawan bicara, dan memahami informasi yang didengar, sehingga dapat menyampaikan tanggapan secara relevan dan kontekstual. Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan, mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi bunyi bahasa, lalu memahami makna. Keterampilan menyimak juga merupakan kemampuan komunikasi non-verbal yang mencakup seberapa baik seseorang menangkap makna (tersirat dan tersurat) pada sebuah paparan lisan dan memahami ide pokok dan pendukung pada konten informasi maupun konteks yang melatari paparan tersebut (Petri, 2017). |
|
Membaca |
Kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan kepentingannya, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi seseorang agar ia dapat berpartisipasi dengan masyarakat (OECD, 2000). |
|
Memirsa |
Kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksi teks visual sesuai tujuan dan kepentingannya. |
|
Berbicara |
Kemampuan menyampaikan gagasan, pikiran, serta perasaan secara lisan dalam interaksi sosial. |
|
Menulis |
Kemampuan menyampaikan, mengomunikasikan gagasan, mengekspresikan kreativitas dan mencipta dalam berbagai genre teks tertulis, dengan cara yang efektif dan dapat dipahami, serta diminati oleh pembaca dengan struktur organisasi dan unsur kebahasaan yang tepat. |
|
Mempresentasikan |
Kemampuan memaparkan gagasan secara fasih, akurat, dapat dipertanggungjawabkan dengan cara yang komunikatif melalui beragam media (visual, digital, dan audiovisual), dan dapat dipahami oleh pendengar. Penyampaian dalam berbicara dan mempresentasikan perlu disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau karakteristik penyimak. |
Pada pembelajaran bahasa Inggris umum di Fase A difokuskan pada pengenalan bahasa Inggris dan kemampuan berbahasa Inggris lisan.
Pada Fase B, pembelajaran difokuskan pada kemampuan bahasa Inggris lisan, tapi mulai diperkenalkan bahasa tulisan. Pada pembelajaran fase ini, guru perlu membantu peserta didik memahami bahwa cara pengucapan bahasa Inggris dengan penulisannya berbeda. Pada Fase C, di tingkat akhir jenjang (SD/MI/Program Paket A), pembelajaran difokuskan pada kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan.
Pada pembelajaran bahasa Inggris umum di Fase D (SMP/MTs/Program Paket B), pembelajaran berfokus pada penguatan berbahasa Inggris lisan dan penguatan kemampuan berbahasa tulisan. Pada pembelajaran bahasa Inggris umum di Fase E dan F (SMA/MA/Program Paket C), pembelajaran bahasa Inggris berfokus pada penguatan berbahasa lisan dan tulisan dengan target CEFR B1.
- Fase D, Untuk Kelas VII SMP
Pada akhir Fase D, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang lebih beragam dan dalam situasi formal dan informal. Peserta didik dapat menggunakan berbagai jenis teks seperti narasi, deskripsi, prosedur, teks khusus (pesan singkat, iklan) dan teks otentik menjadi rujukan utama dalam mempelajari bahasa Inggris di fase ini. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin berkembang dan keterampilan inferensi mulai tampak ketika memahami informasi tersirat. Mereka memproduksi teks tulisan dan visual dalam bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosakata yang lebih beragam. Mereka memahami tujuan dan pemirsa ketika memproduksi teks tulisan dan visual dalam bahasa Inggris.
|
Elemen Menyimak – Berbicara |
|
Pada akhir Fase D, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dan saling bertukar ide, pengalaman, minat, pendapat dan pandangan dengan guru, teman sebaya dan orang lain dalam berbagai macam konteks familiar yang formal dan informal. Dengan pengulangan dan penggantian kosakata, peserta didik memahami ide utama dan detil yang relevan dari diskusi atau presentasi mengenai berbagai macam
|
|
topik yang telah familiar dan dalam konteks kehidupan di sekolah dan di rumah. Mereka terlibat dalam diskusi, misalnya memberikan pendapat, membuat perbandingan dan menyampaikan preferensi. Mereka menjelaskan dan memperjelas jawaban mereka menggunakan struktur kalimat dan kata kerja sederhana. By the end of Phase D, students use English to interact and exchange ideas, experiences, interests, opinions and views with teachers, peers and others in an increasing variety of familiar formal and informal contexts. With some repetition and rewording, they comprehend the main ideas and relevant details of discussions or presentations on a variety of general interest topics. They engage in discussion such as giving opinions, making comparisons and stating preferences. They explain and clarify their answers using basic sentence structure and verb tenses. |
|
Elemen Membaca – Memirsa
|
|
Pada akhir fase D, peserta didik membaca dan merespon teks familiar dan tidak familiar yang mengandung struktur yang telah dipelajari dan kosakata yang familiar secara mandiri. Mereka mencari dan mengevaluasi ide utama dan informasi spesifik dalam berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital, termasuk diantaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Mereka mengidentifikasi tujuan teks dan mulai melakukan inferensi untuk memahami informasi tersirat dalam sebuah teks. By the end of Phase D, students independently read and respond to familiar and unfamiliar texts containing predictable structures and familiar vocabulary. They locate and evaluate main ideas and specific information in texts of different genres. These texts may be in the form of print or digital texts, including visual, multimodal or interactive texts. They identify the purpose of texts and begin to make inference to comprehend implicit information in the text. |
|
Elemen Menulis – Mempresentasikan |
|
Pada akhir Fase D, peserta didik mengomunikasikan ide dan pengalaman mereka melalui paragraf sederhana dan terstruktur, menunjukkan perkembangan dalam penggunaan kosakata spesifik dan struktur kalimat sederhana. Menggunakan contoh, mereka membuat perencanaan, menulis, dan menyajikan teks informasi, imajinasi dan persuasi dengan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk untuk menyusun argumen dan menjelaskan atau mempertahankan suatu pendapat. By the end of Phase D, students communicate their ideas and experience through simple, organized paragraphs, demonstrating a developing use of specific vocabulary and sim ple sentence structures. Using models, they plan, create and present informative, imaginative and persuasive texts in simple and compound sentences to structure arguments and to explain or justify a position. They include basic information and detail, and also vary their sentence construction in their writing. Students express ideas in the present, future, and past tenses. They use time markers, adverbs of frequency and common conjunctions to link ideas. Their attempts to spell new words are based on known English letter-sound relationships and they use punctuation and capitalization with consistency. |
- CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SMP/MTs)
- Rasional Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP/MTs).
Tantangan yang dihadapi umat manusia di alam semesta kian bertambah dari waktu ke waktu. Permasalahan yang dihadapi saat ini tidak lagi sama dengan permasalahan yang dihadapi satu dekade atau bahkan satu abad yang lalu. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus dikembangkan untuk menyelesaikan setiap tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, pola pendidikan ilmu pengetahuan alam perlu disesuaikan agar kelak generasi muda dapat menjawab dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang. Profil pelajar Pancasila, yang diharapkan dimiliki pada setiap peserta didik Indonesia, perlu diperkuat melalui pendidikan IPA.
Ilmu pengetahuan alam atau sains diartikan sebagai pengetahuan sistematis yang diperoleh dari suatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2016). Ilmu pengetahuan alam adalah aktivitas intelektual dan praktis yang di dalamnya meliputi studi sistematis tentang struktur dan perilaku alam semesta melalui kerja ilmiah. Aktivitas ini memberi pengalaman belajar untuk memahami cara kerja alam semesta melalui pendekatan-pendekatan empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman ini dapat mendorong peserta didik untuk memecahkan berbagai permasalahan sains yang pada akhirnya terkait dengan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Hasil karya peserta didik akan memberi dampak positif langsung pada lingkungannya.
Ilmu pengetahuan alam (IPA) berperan sangat besar dalam kehidupan peserta didik sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri, orang lain, dan alam, mencari potensi-potensi yang terpendam dari alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan serta membantu manusia mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah. Di jenjang SMP/MTs, ilmu pengetahuan alam menjadi satu mata pelajaran tersendiri agar peserta didik memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mempelajari topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, serta bumi dan antariksa.
Prinsip-prinsip dasar metodologi ilmiah dalam pembelajaran IPA akan melatih sikap ilmiah diharapkan akan melahirkan kebijaksanaan dalam diri peserta didik. Sikap ilmiah tersebut antara lain keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis, analitis, terbuka, jujur, bertanggungjawab, objektif, tidak mudah putus asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu mengambil kesimpulan yang tepat. Pencapaian pembelajaran IPA diukur dari seberapa kompeten peserta didik dalam menggunakan pemahaman sains dan keterampilan proses (inkuiri; yakni mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, memilih dan mengelola informasi, merencanakan dan melaksanakan kegiatan aksi serta melakukan refleksi diri), serta mempunyai sikap dan perilaku sehingga peserta didik dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan dan kelestarian lingkungannya.
- Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP/MTs.
Pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam mengembangkan profil pelajar Pancasila. Dalam kegiatan pembelajaran IPA, peserta didik akan mempelajari alam semesta ciptaan Tuhan serta berbagai tantangan yang ada didalamnya. Proses ini merupakan media Pembelajaran yang sangat strategis dalam membangun iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berdampak pada sikap berakhlak mulia.
Melalui proses saintifik maka diharapkan kemampuan peserta didik untuk bernalar kritis agar mampu memproses dan mengelola informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, melakukan analisa, evaluasi, menarik kesimpulan dan menerapkan hal yang dipelajari dalam situasi baru.
Mata pelajaran IPA diharapkan dapat memfasilitasi peserta didik untuk mandiri dan mampu berkolaborasi dengan orang lain. Selain itu peserta didik dapat menggali potensi yang dimiliki Indonesia, mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya dalam perspektif global.
Dengan mempelajari IPA secara terpadu, peserta didik mengembangkan dirinya sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan dapat:
- mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga peserta didik terpacu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam semesta bekerja dan memberikan dampak timbal-balik bagi kehidupan manusia;
- berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak;
- mengembangkan keterampilan proses inkuiri untuk mengidentifikasi, merumuskan hingga menyelesaikan masalah melalui aksi nyata;
- memahami persyaratan-persyaratan yang diperlukan peserta didik untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa serta memahami arti menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia, sehingga dia dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya; dan
- mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep di dalam IPA serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP/MTs.
Ilmu pengetahuan (sains) merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang dunia fisik serta fenomena terkait yang memerlukan observasi tanpa bias serta eksperimentasi yang sistematis (Gregersen, 2020). Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Apa yang diketahui sebagai sebuah kebenaran ilmiah pada masa lampau mungkin mengalami pergeseran pada masa kini ataupun masa depan. Jadi, ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan perlu terus dikembangkan untuk mengungkap kebenaran dan memanfaatkannya untuk kehidupan.
Pendidikan IPA secara terpadu berfokus pada kompetensi penerapan kaidah penelitian ilmiah dalam proses belajar. Dengan demikian, diharapkan setelah menguasai IPA, peserta didik memiliki landasan berpikir dan bertindak yang kokoh yang didasarkan atas pemahaman kaidah penelitian ilmiah.
Dalam pengajaran sains, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan induktif (Constantinou et.al, 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah menyajikan suatu konsep dengan logika terkait dan memberikan contoh penerapannya. Peserta didik diposisikan sebagai pembelajar pasif, yaitu hanya menerima materi. Sebaliknya, pendekatan proses inkuiri (yang merupakan pendekatan induktif), peserta didik diberikan kesempatan yang luas untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya (Rocard, et.al., 2007).
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen berlaku untuk empat cakupan konten yaitu makhluk hidup, zat dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan antariksa.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman IPA |
Peserta didik memiliki kompetensi berpikir ilmiah jika peserta didik memiliki pemahaman sains yang utuh. Kemampuan berpikir akan berdampak progresif bagi pengembangan ilmu pengetahuan jika seseorang memiliki pemahaman bidang keilmuan tertentu. Bernalar kritis dalam pemahaman cakupan konten merupakan hal yang diharapkan dari peserta didik. Pemahaman IPA selalu dapat dikaitkan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Karenanya, dalam mencapai kompetensi itu peserta didik diharapkan memiliki pemahaman konsep sains yang sesuai dengan cakupan setiap konten dan perkembangan jenjang belajar. Pemahaman atas cakupan konten yang dibangun dalam diri peserta didik haruslah menunjukkan keterkaitan antara biologi, fisika dan kimia. Akibatnya, peserta didik memahami sains secara menyeluruh untuk cakupan konten tertentu. Pemahaman ini meliputi kemampuan berpikir sistemik, memahami konsep, hubungan antar konsep, hubungan kausalitas (sebab-akibat) serta tingkat hierarkis suatu konsep. |
|
Keterampilan proses |
Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki |
|
|
keterampilan proses yang baik maka profil tersebut dapat dicapai. Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002). Dalam pembelajaran IPA, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan induktif (Constantinou et.al, 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan. Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki (Rocard, et.al., 2007). Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g. Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996; Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996; NRC, 1996). Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik. 1. Mengamati Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta |
|
Elemen |
Deskripsi |
|
|
membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain |
|
|
seperti kuisioner, wawancara. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat rencana dan menyusun langkahlangkah operasional berdasarkan referensi yang benar. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung dan menghambat kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut, peserta didik mengambil data dan melakukan serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-temuan. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. 5. Mengevaluasi dan refleksi Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau kembali proses belajar yang dijalani dan hal hal yang perlu dipertahankan dan/atau diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan. 6. Mengomunikasikan hasil Peserta didik melporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan, menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan peserta didik. |
- Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
SMP/MTs, Fase D (Untuk kelas VII SMP).
Berbekal capaian pembelajaran yang telah diperoleh di fase sebelumnya, peserta didik mendeskripsikan bagaimana hukum-hukum alam terjadi pada skala mikro hingga skala makro dan membentuk sistem yang saling bergantung satu sama lain. Pada fase ini, peserta didik mengimplementasikan pemahaman terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari untuk membuat keputusan serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan seharihari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan. |
|
Keterampilan proses |
Mengamati 1.Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta |
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah. 5. Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi. 6. Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan. |
- CAPAIAN PEMBELAJARAN INFORMATIKA
- Rasional Mata Pelajaran Informatika
Informatika adalah sebuah disiplin ilmu yang mencari pemahaman dan mengeksplorasi dunia di sekitar kita, baik natural maupun artifisial yang secara khusus tidak hanya berkaitan dengan studi, pengembangan, dan implementasi dari sistem komputer, tetapi juga pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar pengembangan. Peserta didik dapat menciptakan, merancang, dan mengembangkan produk berupa artefak komputasional (computational artifact) dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak (algoritma, program, atau aplikasi), atau sistem berupa kombinasi perangkat keras dan lunak dengan menggunakan teknologi dan perkakas (tools) yang sesuai. Informatika mencakup prinsip keilmuan perangkat keras, data, informasi, dan sistem komputasi yang mendasari proses pengembangan tersebut. Oleh karena itu, Informatika mencakup sains, rekayasa, dan teknologi yang berakar pada logika dan matematika. Istilah Informatika dalam bahasa Indonesia merupakan padanan kata yang diadaptasi dari Computer Science atau Computing dalam bahasa Inggris. Peserta didik mempelajari mata pelajaran Informatika tidak hanya untuk menjadi pengguna komputer, tetapi juga untuk menyadari perannya sebagai problem solver yang menguasai konsep inti (core concept), terampil dalam praktik (core practices) menggunakan dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta berpandangan terbuka pada aspek lintas bidang.
Mata pelajaran Informatika memberikan fondasi berpikir komputasional yang merupakan kemampuan problem solving yaitu keterampilan generik yang penting seiring dengan perkembangan teknologi digital yang pesat. Peserta didik ditantang untuk menyelesaikan persoalan komputasi yang berkembang mulai dari kelas I sampai dengan kelas XII, mulai dari data sedikit sampai dengan data banyak, mulai dari persoalan kecil dan sederhana sampai dengan persoalan besar, kompleks, dan rumit, serta mulai dari hal yang konkret sampai dengan abstrak dan samar atau ambigu. Mata pelajaran Informatika juga meningkatkan kemampuan peserta didik dalam logika, analisis, dan interpretasi data yang diperlukan dalam literasi, numerasi, dan literasi sains, serta membekali peserta didik dengan kemampuan pemrograman yang mendukung pemodelan dan simulasi dalam sains komputasi (computational science) dengan menggunakan TIK. Proses pembelajaran Informatika berpusat pada peserta didik (student-centered learning) dengan prinsip pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry-based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), dan pembelajaran berbasis projek (project-based learning). Guru dapat menentukan tema atau kasus sesuai dengan kondisi lokal, terutama tema atau kasus tentang analisis data.
Mata pelajaran Informatika dilaksanakan secara inklusif bagi semua peserta didik di seluruh Indonesia, sehingga pembelajarannya dapat menggunakan komputer (plugged) maupun tanpa komputer (unplugged). Pembelajaran Informatika pada jenjang SD menekankan pada fondasi berpikir komputasional (computational thinking), diintegrasikan dalam tema atau mata pelajaran lainnya terutama dalam Bahasa, Matematika dan Sains. Pembelajaran Informatika mendukung kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan berpikir secara terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun semantik dalam Bahasa, membentuk kebiasaan peserta didik untuk berpikir logis dalam Matematika, serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasi data dalam Sains.
Mata pelajaran Informatika berkontribusi terhadap profil pelajar Pancasila dalam memampukan peserta didik menjadi warga yang bernalar kritis, mandiri, kreatif melalui penerapan berpikir komputasional; serta menjadi warga yang berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong melalui Praktik Lintas Bidang (core practices) untuk menghasilkan artefak komputasional yang dikerjakan secara berkolaborasi dalam kerja kelompok baik secara luring maupun daring dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kemampuan bekerja mandiri dan berkolaborasi secara daring merupakan kemampuan penting sebagai anggota masyarakat abad ke-21. Peserta didik diharapkan dapat menjadi warga digital (digital citizen) yang beretika dan mandiri dalam berteknologi informasi, sekaligus menjadi warga dunia (global citizen) yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
- Tujuan Mata Pelajaran Informatika
Mata pelajaran Informatika bertujuan untuk mengantarkan peserta didik menjadi “computationally literate creators” yang menguasai konsep dan praktik Informatika, yaitu:
- Berpikir komputasional, yaitu terampil menciptakan solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara sistematis, kritis, analitis, dan kreatif;
- Memahami ilmu pengetahuan yang mendasari Informatika, yaitu sistem komputer, jaringan komputer dan internet, analisis data, algoritma dan pemrograman, serta menyadari dampak Informatika terhadap kehidupan bermasyarakat;
- Terampil berkarya dalam menghasilkan artefak komputasional sederhana, dengan memanfaatkan teknologi dan menerapkan proses rekayasa, serta mengintegrasikan pengetahuan bidang-bidang lain yang membentuk solusi sistemik;
- Terampil dalam mengakses, mengelola, menginterpretasi, mengintegrasikan, mengevaluasi informasi, serta menciptakan informasi baru dari himpunan data dan informasi yang dikelolanya, dengan memanfaatkan TIK yang sesuai; dan
- Menunjukkan karakter baik sebagai anggota masyarakat digital, sehingga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi dan menggunakan perangkat teknologi informasi disertai kepedulian terhadap dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat.
- Karakteristik Mata Pelajaran Informatika
Mata pelajaran Informatika mengintegrasikan kemampuan berpikir komputasional, keterampilan menerapkan pengetahuan Informatika, serta pemanfaatan teknologi (khususnya TIK) secara tepat dan bijak sebagai objek kajian dan alat bantu untuk menghasilkan solusi efisien dan optimal dari persoalan yang dihadapi masyarakat dengan menerapkan rekayasa dan prinsip keilmuan Informatika. Elemen mata pelajaran Informatika saling terkait satu sama lain membentuk keseluruhan mata pelajaran Informatika sebagaimana diilustrasikan pada gambar bangunan Informatika di bawah ini.
Keterangan:
TIK : Teknologi Informasi dan Komunikasi
SK : Sistem Komputer
JKI : Jaringan Komputer dan Internet
AD : Analisis Data
AP : Algoritma dan Pemrograman
DSI : Dampak Sosial Informatika
Gambar Bangunan Informatika
Mata pelajaran Informatika terdiri atas delapan elemen berikut ini.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Berpikir komputasional (BK) |
Mengasah keterampilan problem solving yang efektif, efisien, dan optimal sebagai landasan untuk menghasilkan solusi dengan menerapkan penalaran kritis, kreatif dan mandiri. |
|
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) |
Menjadi perkakas dalam berkarya dan sekaligus objek kajian yang memberikan inspirasi agar suatu hari peserta didik menjadi pencipta karya-karya berteknologi yang berlandaskan Informatika. |
|
Sistem komputer (SK) |
Pengetahuan tentang bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak berfungsi dan saling mendukung dalam mewujudkan suatu layanan bagi pengguna baik di luar maupun di dalam jaringan komputer/internet. |
|
Jaringan Komputer dan Internet (JKI) |
Memfasilitasi pengguna untuk menghubungkan sistem komputer dengan jaringan lokal maupun internet. |
|
Analisis data (AD) |
Memberikan kemampuan untuk menginput, memproses, memvisualisasi data dalam berbagai tampilan, menganalisis, menginterpretasi, dan memprediksi, serta mengambil kesimpulan serta keputusan berdasarkan penalaran. |
|
Algoritma dan Pemrograman (AP) |
Mengarahkan peserta didik menuliskan langkah penyelesaian solusi secara runtut dan menerjemahkan solusi menjadi program yang dapat dijalankan oleh mesin (komputer). |
|
Dampak Sosial Informatika (DSI) |
Menyadarkan peserta didik akan dampak Informatika dalam: (a) kehidupan bermasyarakat dan dirinya, khususnya dengan kehadiran dan pemanfaatan TIK, dan (b) bergabungnya manusia dalam jaringan komputer dan internet untuk membentuk masyarakat digital. |
|
Praktik Lintas Bidang (PLB) |
Melatih peserta didik bergotong royong untuk untuk menghasilkan artefak komputasional secara kreatif dan |
|
Elemen |
Deskripsi |
|
|
inovatif dengan mengintegrasikan semua pengetahuan Informatika maupun pengetahuan dari mata pelajaran lain, menerapkan proses rekayasa atau pengembangan (designing, implementing, debugging, testing, refining), serta mendokumentasikan dan mengomunikasikan hasil karyanya. |
Beban belajar setiap elemen pada mata pelajaran Informatika tidak sama. BK, AD, AP, dan PLB memiliki beban belajar paling besar yang memungkinkan peserta didik berpikir kritis dan kreatif. SK dan JKI diberikan terbatas pada pengetahuan dasar dan penggunaannya. TIK dan DSI dapat diberikan sambil melakukan kegiatan yang berkaitan dengan elemen lainnya, dimana perkakas TIK saat ini semakin intuitif yang mudah dipelajari dan dimanfaatkan, sedangkan DSI merupakan aspek dari setiap area pengetahuan Informatika untuk menumbuhkan kepedulian pada masyarakat dan pembentukan karakter baik sebagai warga dunia maupun warga digital.
- Fase D (Untuk kelas VII SMP/MTs)
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami dampak dan menerapkan etika sebagai warga digital, memahami komponen, fungsi, cara kerja, dan kodifikasi data sebuah komputer serta proses kodifikasi dan penyimpanan data dalam sistem komputer, jaringan komputer, dan internet, mengakses, mengolah, dan mengelola data secara efisien, terstruktur, dan sistematis, menganalisis, menginterpretasi, dan melakukan prediksi berdasarkan data dengan menggunakan perkakas atau secara manual, menerapkan berpikir komputasional secara mandiri untuk menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil dan mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain, mengembangkan atau menyempurn akan program dalam bahasa blok (visual), menggunakan berbagai aplikasi untuk berkomunikasi, mencari, dan mengelola konten informasi, serta bergotong royong untuk menciptakan produk dan menjelaskan karakteristik serta fungsi produk dalam laporan dan presentasi yang menggunakan aplikasi.
Fase D Berdasarkan Elemen
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
BK |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dalam menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil dan mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate) |
|
TIK |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan praktik baik dalam memanfaatkan aplikasi surel untuk berkomunikasi, aplikasi peramban untuk pencarian informasi di internet, content management system (CMS) untuk pengelolaan konten digital, dan memanfaatkan perkakas TIK untuk mendukung pembuatan laporan, presentasi serta analisis dan interpretasi data. |
|
SK |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer. |
|
JKI |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami konektivitas jaringan lokal, komunikasi data via ponsel, konektivitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel (bluetooth, wifi, internet). |
|
AD |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengakses, mengolah, mengelola, dan menganalisis data secara efisien, terstruktur, dan sistematis untuk menginterpretasi dan memprediksi sekumpulan data dari situasi konkret seharihari yang berasal dari suatu sumber data dengan menggunakan perkakas TIK atau manual. |
|
AP |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami objekobjek dan instruksi dalam sebuah lingkungan pemrograman blok (visual) untuk mengembangkan program visual sederhana berdasarkan contoh-contoh yang diberikan, mengembangkan karya digital kreatif (game, animasi, atau presentasi), menerapkan aturan translasi konsep dari satu bahasa visual ke bahasa visual lainnya, dan mengenal pemrograman tekstual sederhana. |
|
DSI |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami ketersediaan data dan informasi lewat aplikasi media sosial, memahami keterbukaan informasi, memilih informasi yang bersifat publik atau privat, menerapkan etika dan menjaga keamanan dirinya dalam masyarakat digital. |
|
PLB |
Pada akhir fase D, peserta didik mampu bergotong royong untuk mengidentifikasi persoalan, merancang, mengimplementasi, menguji, dan menyempurnakan artefak komputasional sebagai solusi persoalan masyarakat serta |
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
mengomunikasikan produk dan proses pengembangannya dalam bentuk karya kreatif yang menyenangkan secara lisan maupun tertulis. |
VII. CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SMP/MTs.
- Rasional Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs.
Indonesia merupakan bangsa dengan sumber daya manusia yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, kaya dengan budaya, suku bangsa, bahasa, serta terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan. Secara geografis letak Indonesia sangat strategis, sehingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sangat diperhitungkan secara geopolitik dalam kancah internasional.
Indonesia di tahun-tahun mendatang akan mengalami bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Keadaan ini membutuhkan solusi rasional serta terukur secara ilmiah, sehingga bonus demografi akan menjadi sumber kekuatan bangsa. Sumber daya manusia Indonesia terutama yang berusia produktif perlu memiliki kemampuan- kemampuan yang mendukungnya berkontribusi di masyarakat. Indonesia perlu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan menjaga sumber daya alam untuk kesejahteraan bangsa berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan prinsip keadilan sosial.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam hal ini. Akan tetapi, selama ini proses pembelajaran IPS lebih menekankan kepada dimensi pengetahuan. Kurang perhatian kepada dimensi keterampilan berpikir. Oleh karena itu dalam pembelajaran dengan paradigma baru diharapkan dimensi keterampilan berpikir lebih digali. Dengan pendekatan pembelajaran keterampilan proses yang berpusat pada peserta didik. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam hal ini. Dengan pendekatan pembelajaran inkuiri yang berpusat pada peserta didik, Pendidikan IPS menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait kehidupan masyarakat dengan lingkungannya. Termasuk di dalamnya membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang akan menjadi modal untuk berkolaborasi dalam masyarakat yang majemuk, baik di tingkat lokal, nasional maupun global dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila sebagai kepribadian bangsa. Pendidikan IPS merupakan perpaduan cabangcabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora termasuk di dalamnya agama, filsafat, dan pendidikan. IPS juga dapat mengambil aspek-aspek tertentu dan ilmu-ilmu kealaman serta teknologi.
- Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs.
Tujuan pembelajaran IPS adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat serta memiliki keterampilan penting di tengah perkembangan dunia untuk bisa berkontribusi menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik.
Secara rinci tujuan pelajaran IPS adalah:
- Memahami dan menganalisis konsep-konsep yang berkaitan dengan pola dan persebaran keruangan, interaksi sosial, pemenuhan kebutuhan, dan kesejarahan perkembangan kehidupan masyarakat;
- Memiliki keterampilan dalam berpikir kritis, berkomunikasi, berkreativitas, dan berkolaborasi dalam kerangka perkembangan teknologi terkini;
- Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial kemanusiaan dan lingkungan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara sehingga mampu merefleksikan peran diri di tengah lingkungan sosialnya.
- Menunjukkan hasil pemahaman konsep pengetahuan dan pengasahan keterampilannya dengan membuat karya atau melakukan aksi sosial.
- Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs.
Karakteristik IPS adalah perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia di masyarakat dalam konteks ruang dan waktu yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, masyarakat menjadi sumber utama IPS. Perlu ditekankan bahwa materi-materi pembelajaran hanya kendaraan menuju capaian pembelajaran. Artinya proses pembelajaran tidak berfokus utama pada penyelesaian materi, tapi lebih kepada ketercapaian kompetensi. Penyelenggara pendidikan mempunyai peluang untuk mengembangkan materi secara mandiri.
Pembahasan materi pembelajaran tidak disampaikan secara terpisah antara Geografi, Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, namun harus terintegrasi sehingga pelajar mendapatkan pemahaman dan keterampilan yang utuh yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Adapun elemen serta ruang lingkup mata pelajaran IPS di SMP sebagai berikut:
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman |
Mata pelajaran IPS terkait dengan pandangan bahwa IPS sebagai materi pembelajaran yang berkaitan dengan fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi, maka cakupan materi dalam elemen ini adalah: 1. Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu; materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan regional, nasional, hingga global. Selain itu, materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi, dan politik. Mempelajari konektivitas dan interaksi tersebut mengasah kemampuan berpikir kritis pelajar memahami efek sebab dan akibat. 2. Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan, kolonial, awal kemerdekaan sampai dengan sekarang; Selain pengetahuan mengenai perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia, bagian ini menjadi sarana untuk merefleksikan kondisi kehidupan masyarakat dari masa pra aksara, Hindu, Budha, Islam, kolonialisme hingga kemerdekaan untuk memunculkan semangat kebangsaan. Materi ini juga menjadi sarana mengasah kesadaran untuk berpikir dari berbagai perspektif berdasarkan perbedaan historis, geografis, ekonomi, sosial dan budaya, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk kehidupan masa depan yang berkelanjutan. 3. Interaksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbedabeda, serta mempelajari dan menjalankan peran sebagai warga Indonesia dan bagian dari warga dunia ditinjau secara sosiologis, historis, geografis, maupun sebagai pelaku ekonomi. Peserta didik mempelajari tentang interaksi dan institusi sosial, peluang dan tantangannya untuk mewujudkan pembangunan keberlanjutan bagi kemaslahatan manusia dan bumi 4. Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dan berteknologi di era global; materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis |
|
|
sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menganalisis faktor-faktor penyebab kelangkaan, permintaan, penawaran, harga pasar, serta inflasi. Mengidentifikasi peran lembaga keuangan, nilai, serta fungsi uang. Mendeskripsikan pengelolaan, sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran keuangan keluarga, perusahaan serta negara. Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam jasa keuangan. Ruang lingkup ini menjadi salah satu ruang untuk peserta berlatih membangun kesadaran dan memberikan kontribusi ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup di tingkat lokal namun dalam perspektif global. |
|
Keterampilan Proses |
Keterampilan Proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep, prinsip, atau teori untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuan (Indrawati dalam Trianto, 2008:72). Menurut Mulyasa (2007:99), Pendekatan Keterampilan Proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas, dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik perlu mengasah keterampilan berpikirnya sehingga pembelajaran yang dialaminya bermakna. Hal ini hanya bisa terjadi ketika peserta didik terlibat penuh dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik untuk memiliki keterampilan inkuiri, yang menekankan penyelidikan dan penemuan oleh peserta didik dalam mempelajari IPS, sehingga ia bisa mencari tahu dan menemukan solusi secara aktif terkait perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia di masyarakat dalam konteks ruang dan waktu yang mengalami perubahan. Guru perlu mempertimbangkan hal yang peserta didik harap dapat ia pahami lebih dalam, pengetahuan yang perlu ia miliki untuk mencapai hal tersebut, keterampilan apa yang dapat diasah, karya atau aksi apa yang dapat dilakukan peserta didik, serta karakter positif apa yang dapat diperkuat dalam melakukan pembelajaran inkuiri. Hal ini untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat yang berkebhinekaan global. Keterampilan berpikir inkuiri dimulai dari mengajukan pertanyaan dan mengidentifikasi masalah, mengumpulkan dan mengelola informasi, merencanakan dan mengembangkan ide solusi, mengambil kesimpulan dan merumuskan aksi, mencipta dan melaksanakan aksi, mengomunikasikan dan merefleksikan. Siklus keterampilan proses dijabarkan di bawah ini : Mengamati: Peserta didik melakukan kegiatan yang dilaksanakan secara sengaja dan terencana dengan maksud untuk mendapat informasi dari hasil pengamatan. |
|
Elemen |
Deskripsi |
|
|
Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain. 1. Menanya: Peserta didik menyusun pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dan masalah apa yang ditemukan. Pada tahap ini ia juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari sehingga bisa menjelaskan permasalahan yang sedang diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana), dan memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban atas pertanyaan. 2. Mengumpulkan Informasi: Peserta didik penyusunan langkah-langkah untuk mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. 3. Mengorganisasikan Informasi: Peserta didik memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. 4. Menarik Kesimpulan: Peserta didik menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. 5. Mengomunikasikan: Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. 6. Merefleksikan dan Merencanakan Proyek Lanjutan Secara Kolaboratif 7. Peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. |
- Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs Setiap Fase.
Fase D (Umumnya untuk kelas VII - IX SMP/MTs) Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Fase D berdasarkan elemen.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Pemahaman Konsep |
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik |
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. |
|
Keterampilan Proses |
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. |
Fase D (Kelas VIII)
Capaian Pembelajaran Pada Salah Satu Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Rasional Mata Pelajaran
Kemampuan mumpuni dalam berbahasa, mengapresiasi sastra, dan mengasah ketajaman berpikir merupakan pilar utama dari kecakapan literasi global. Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah sarana interaktif pengembangan literasi guna memenuhi pelbagai orientasi komunikasi dalam ruang lingkup sosial, budaya, dan kemasyarakatan di Indonesia.
Capaian per Elemen
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan memaknai kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan gagasannya. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.
Capaian Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Matematika
Capaian per Elemen
Bilangan
Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah. Mereka dapat menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah (termasuk berkaitan dengan literasi finansial). Peserta didik dapat menggunakan faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah.
Aljabar
Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam bentuk susunan benda dan bilangan. Mereka dapat menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat operasi (komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen. Peserta didik dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain, range) serta menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan pasangan berurutan, dan grafik. Mereka dapat membedakan beberapa fungsi nonlinear dari fungsi linear secara grafik. Mereka dapat menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Mereka dapat menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan relasi, fungsi, dan persamaan linear. Mereka dapat menyelesaikan sistem persaman linear dua variabel melalui beberapa cara untuk penyelesaian masalah.
Pengukuran
Peserta didik dapat menjelaskan cara untuk menentukan luas lingkaran dan menyelesaikan masalah yang terkait. Mereka dapat menjelaskan cara untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas dan kerucut) dan menyelesaikan masalah yang terkait. Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional dari bangun datar dan bangun ruang terhadap ukuran panjang, besar sudut, luas, dan/atau volume.
Geometri
Peserta didik dapat membuat jaring-jaring bangun ruang (prisma, tabung, limas dan kerucut) dan membuat bangun ruang dari jaring-jaringnya. Peserta didik dapat menggunakan hubungan antar-sudut yang terbentuk oleh dua garis yang berpotongan, dan oleh dua garis sejajar yang dipotong sebuah garis transversal untuk menyelesaikan masalah (termasuk menentukan jumlah besar sudut dalam sebuah segitiga, menentukan besar sudut yang belum diketahui pada sebuah segitiga). Mereka dapat menjelaskan sifat-sifat kekongruenan dan kesebangunan pada segitiga dan segiempat, dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah. Mereka dapat menunjukkan kebenaran teorema Pythagoras dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah (termasuk jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius). Peserta didik dapat melakukan transformasi tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik, garis, dan bangun datar pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.
Analisis Data dan Peluang
Peserta didik dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data untuk menjawab pertanyaan. Mereka dapat menggunakan diagram batang dan diagram lingkaran untuk menyajikan dan menginterpretasi data. Mereka dapat mengambil sampel yang mewakili suatu populasi untuk mendapatkan data yang terkait dengan diri dan lingkungan mereka. Mereka dapat menentukan dan menafsirkan rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) dari data tersebut untuk menyelesaikan masalah (termasuk membandingkan suatu data terhadap kelompoknya, membandingkan dua kelompok data, memprediksi, membuat keputusan). Mereka dapat menyelidiki kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang dan frekuensi relatif untuk menentukan frekuensi harapan satu kejadian pada suatu percobaan sederhana (semua hasil percobaan dapat muncul secara merata).
Fase D (Kelas IX)
Capaian Pembelajaran Pada Salah Salah Satu Mata Pelajaran Ipa Terpadu
Capaian per Elemen
Pemahaman IPA
Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor. Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.
Keterampilan proses
- Mengamati Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.
- Mempertanyakan dan memprediksi Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.
- Merencanakan dan melakukan penyelidikan Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.
- Memproses, menganalisis data dan informasi Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.
- Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.
- Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap) murid yang perlu dibangun melalui satu atau lebih kegiatan pembelajaran. Tujuan Pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP).
Secara operasional, komponen Tujuan Pembelajaran dapat memuat tiga aspek berikut ini:
- Kompetensi, yaitu kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh murid atau ditunjukkan dalam bentuk produk yang menunjukkan murid telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
- Konten, yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.
- Variasi, yang menjelaskan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi yang perlu dikuasai murid untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Misal: mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dan sebagainya.
Contoh Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan hukum Newton dengan menggunakan kata-kata sendiri dan menceritakan fenomena dalam keseharian yang menggambarkan hukum Newton.
- Kompetensi (kata kerja yang menunjukkan keterampilan/ aksi) → menjelaskan, menceritakan
- Konten (materi yang dipelajari) → hukum Newton
- Variasi (penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi) → dengan kata-kata sendiri
Prosedur Pengembangan Tujuan Pembelajaran
- Melakukan analisis CP yang memuat materi dan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
- Berdasarkan analisis pada CP, tentukan materi utama atau konten inti.
- Menentukan tujuan pembelajaran.
- Perumusan TP memuat kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan sikap), konten, serta kebermaknaan dalam pembelajaran.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan Tujuan Pembelajaran yang dilakukan sepanjang fase untuk mencapai Capaian Pembelajaran yang harus dicapai di akhir fase.
Skema Penurunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP)
- Modul Ajar/RPP
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
HAKIKAT ILMU SAINS DAN METODE ILMIAH
- IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP IT Alkhairaat Kota Ternate
Nama : Nur Dahlan, S.Pd
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Fase / Kelas /Semester : D / VII / Ganjil
Alokasi Waktu : 10 JP (5 pertemuan x 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027
- IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik pada jenjang SMP/MTs umumnya sudah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena alam di sekitar mereka. Mereka juga telah memiliki pengalaman awal dalam mengamati dan berinteraksi dengan lingkungan. Pengetahuan dasar tentang benda-benda di sekitar, sifat-sifat sederhana, dan konsep-konsep dasar seperti perubahan wujud zat mungkin sudah mereka miliki dari jenjang sebelumnya (SD/MI). Keterampilan dasar seperti mengamati, mencatat, dan berkomunikasi sederhana juga sudah terbentuk. Pemahaman awal tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan juga sudah ada.
- KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah" merupakan fondasi penting dalam pembelajaran IPA. Materi ini menekankan pada jenis pengetahuan konseptual dan prosedural. Konseptual terkait dengan pemahaman tentang apa itu sains dan karakteristiknya, sedangkan prosedural terkait dengan langkah-langkah dalam metode ilmiah. Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik karena sains ada di sekitar mereka dan metode ilmiah adalah cara berpikir logis dan sistematis yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Tingkat kesulitan materi ini bersifat pengantar dan relatif mudah dipahami jika disampaikan dengan contoh-contoh konkret. Struktur materi diawali dengan pengenalan hakikat sains, kemudian dilanjutkan dengan konsep-konsep dasar dalam metode ilmiah, dan diakhiri dengan pentingnya sikap ilmiah. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada kejujuran, objektivitas, rasa ingin tahu, kritis, dan kolaborasi.
- DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN
Dalam pembelajaran ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
- Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, dan merumuskan kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.
- Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan-gagasan orisinal dalam merancang percobaan atau menyelesaikan masalah.
- Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama dalam kegiatan ilmiah.
- Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam belajar dan melakukan percobaan secara mandiri.
- Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil percobaan, dan kesimpulan secara lisan maupun tertulis dengan jelas dan sistematis.
DESAIN PEMBELAJARAN
- CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir fase D (Kelas VII SMP/MTs), peserta didik diharapkan mampu:
- Pengetahuan: Memahami hakikat ilmu sains, karakteristik ilmuwan, dan pentingnya keselamatan kerja dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Mereka juga memahami langkah-langkah dasar dalam metode ilmiah (mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan percobaan, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil).
- Keterampilan: Melakukan observasi, merumuskan pertanyaan ilmiah, merancang percobaan sederhana, mengumpulkan dan menyajikan data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data. Mereka juga terampil dalam menggunakan alat dan bahan IPA secara aman dan benar.
- Sikap: Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir kritis, jujur, objektif, teliti, bertanggung jawab, dan bekerja sama dalam melakukan penyelidikan ilmiah.
- LINTAS DISIPLIN ILMU
- Bahasa Indonesia: Digunakan dalam merumuskan hipotesis, mencatat hasil pengamatan, membuat laporan, dan mempresentasikan hasil percobaan.
- Matematika: Digunakan dalam pengolahan data numerik, pembuatan grafik, dan analisis statistik sederhana.
- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Digunakan dalam mencari informasi, pengolahan data, pembuatan presentasi digital, dan pemanfaatan simulasi virtual.
- TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengenalan Hakikat Sains dan Keterampilan Proses Sains
- Melalui diskusi kelompok dan eksplorasi lingkungan sekitar, peserta didik dapat menjelaskan hakikat ilmu sains dengan tepat.
- Dengan melakukan pengamatan sederhana terhadap fenomena alam, peserta didik dapat mengidentifikasi keterampilan proses sains (observasi, inferensi, prediksi) yang terlibat dalam penyelidikan ilmiah secara cermat.
- Setelah memahami pentingnya keselamatan kerja, peserta didik dapat mengidentifikasi alat-alat keselamatan kerja di laboratorium IPA dan prosedur penggunaannya dengan benar.
Pertemuan 2: Metode Ilmiah: Merumuskan Masalah dan Hipotesis
- Melalui studi kasus atau video pendek mengenai fenomena alam, peserta didik dapat merumuskan masalah ilmiah yang relevan dan terukur secara mandiri.
- Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, peserta didik dapat membuat hipotesis yang logis dan dapat diuji secara kreatif.
Pertemuan 3: Metode Ilmiah: Merancang dan Melakukan Percobaan
- Dengan bimbingan guru dan kerja kelompok, peserta didik dapat merancang prosedur percobaan sederhana untuk menguji hipotesis yang telah dibuat secara sistematis.
- Melalui praktik langsung, peserta didik dapat melakukan percobaan sesuai dengan prosedur yang telah dirancang dengan teliti dan memperhatikan keselamatan kerja.
Pertemuan 4: Metode Ilmiah: Analisis Data dan Penarikan Kesimpulan
- Setelah mengumpulkan data dari percobaan, peserta didik dapat mengolah dan menganalisis data (misalnya dalam bentuk tabel atau grafik sederhana) secara kritis.
- Berdasarkan analisis data, peserta didik dapat menarik kesimpulan yang relevan dan didukung oleh bukti ilmiah secara objektif.
Pertemuan 5: Komunikasi Ilmiah dan Penerapan Sikap Ilmiah
- Melalui presentasi hasil proyek, peserta didik dapat mengomunikasikan hasil percobaan dan kesimpulan secara lisan dengan jelas dan percaya diri.
- Dengan refleksi diri, peserta didik dapat mengidentifikasi sikap-sikap ilmiah (jujur, objektif, rasa ingin tahu, kritis) yang telah mereka terapkan selama proses penyelidikan ilmiah.
- TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan dikontekstualisasikan melalui masalah-masalah sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan pendekatan ilmiah. Contohnya:
- Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa suatu tanaman tumbuh lebih baik di tempat yang terang daripada di tempat yang gelap?
- Mengapa es mencair lebih cepat di dalam ruangan daripada di luar ruangan?
- Faktor apa saja yang memengaruhi kecepatan penguapan air?
- KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
- Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan merancang dan melaksanakan proyek investigasi sederhana sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah. Contoh proyek: "Penyelidikan Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau" atau "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Korosi pada Logam".
- Diskusi Kelompok: Digunakan untuk mengeksplorasi konsep hakikat sains, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, dan menganalisis data.
- Eksplorasi Lapangan: Mengajak peserta didik mengamati fenomena di lingkungan sekolah (misalnya, pertumbuhan tanaman di taman sekolah, perubahan cuaca, dll.) untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan merumuskan masalah ilmiah.
- Wawancara: Peserta didik dapat mewawancarai guru IPA, atau orang yang memiliki profesi terkait sains (misalnya, ahli pertanian, teknisi laboratorium, dll.) untuk mendapatkan gambaran nyata tentang aplikasi sains.
- Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas, melatih kemampuan komunikasi dan berbagi pengetahuan.
MITRA PEMBELAJARAN:
- Lingkungan Sekolah: Guru IPA, staf laboratorium, perpustakaan sekolah, taman sekolah (sebagai lokasi eksplorasi).
- Lingkungan Luar Sekolah: Ahli lingkungan lokal, komunitas ilmiah (jika memungkinkan), atau orang tua yang memiliki latar belakang relevan.
- Masyarakat: Melibatkan orang tua dalam mendukung proyek peserta didik di rumah (misalnya, membantu menyediakan bahan atau alat sederhana, mengawasi percobaan).
LINGKUNGAN BELAJAR:
- Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, laboratorium IPA (jika tersedia dan memungkinkan) untuk praktikum, area terbuka di sekolah untuk observasi lapangan.
- Ruang Virtual: Menggunakan platform pembelajaran online (LMS), forum diskusi daring, sumber belajar digital (video, simulasi), perpustakaan digital.
- Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (peserta didik saling membantu dan belajar dari satu sama lain), partisipasi aktif (semua peserta didik terlibat dalam kegiatan), dan rasa ingin tahu (mendorong pertanyaan dan eksplorasi mandiri).
PEMANFAATAN DIGITAL:
- Perencanaan: Menggunakan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom atau Moodle untuk mengunggah modul ajar, materi pembelajaran, tugas, dan jadwal.
- Pelaksanaan:
- Forum diskusi daring di LMS untuk membahas konsep-konsep sulit atau berbagi ide proyek.
- Pemanfaatan perpustakaan digital (e-book, jurnal ilmiah sederhana) untuk mencari referensi atau informasi tambahan.
- Penggunaan simulasi interaktif atau video pembelajaran dari platform seperti Phet Colorado atau YouTube untuk memvisualisasikan konsep abstrak.
- Asesmen: Menggunakan asesmen daring melalui fitur kuis di LMS, Google Forms, atau platform asesmen online lainnya.
- LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1:
PENGENALAN HAKIKAT SAINS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
- Berkesadaran: Guru memulai dengan mengajak peserta didik menarik napas dalam-dalam dan fokus pada diri sendiri (teknik mindfulness sederhana). Kemudian, guru menampilkan gambar atau video fenomena alam yang menarik (misalnya, pelangi, gunung meletus, pertumbuhan tunas) dan meminta peserta didik untuk mengamati secara seksama tanpa terburu-buru menilai. Guru bertanya: "Apa yang kalian rasakan saat melihat gambar/video ini? Apa yang membuat kalian penasaran?"
- Bermakna: Guru mengaitkan fenomena yang diamati dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. "Bagaimana kita bisa menjelaskan mengapa pelangi terbentuk? Bagaimana para ilmuwan mencari tahu hal ini?" Guru menjelaskan bahwa IPA adalah cara kita memahami dunia di sekitar kita.
- Menggembirakan: Guru mengajak peserta didik bermain tebak-tebakan "Aku adalah..." di mana guru memberikan ciri-ciri suatu objek sains (misalnya, "Aku bisa melihat benda sangat kecil, aku punya lensa...") dan peserta didik menebak benda tersebut (mikroskop). Ini menciptakan suasana ceria dan interaktif.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI):
Memahami:
- Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai sumber belajar tentang hakikat sains: teks dari buku, infografis, video singkat, atau artikel sederhana. Peserta didik dapat memilih sumber yang paling nyaman bagi mereka.
- Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan studi kasus sederhana tentang penemuan ilmiah (misalnya, penemuan penisilin, hukum gravitasi Newton).
- Melalui diskusi, peserta didik mengidentifikasi karakteristik ilmuwan dan hakikat sains yang tercermin dalam studi kasus tersebut.
- Guru menjelaskan konsep keterampilan proses sains (observasi, inferensi, prediksi) dengan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari (misalnya, mengamati awan, memprediksi cuaca).
Mengaplikasi:
- Diferensiasi Proses: Guru menyiapkan beberapa stasiun praktikum sederhana tentang keterampilan proses sains.
- Stasiun A: Mengamati pertumbuhan tanaman dalam pot selama beberapa hari dan mencatat perubahannya (observasi).
- Stasiun B: Mengamati jejak kaki hewan di tanah dan menyimpulkan jenis hewannya (inferensi).
- Stasiun C: Memprediksi apa yang akan terjadi jika dua cairan berbeda dicampur (prediksi).
- Peserta didik dapat memilih stasiun yang paling menarik bagi mereka atau bergiliran mengunjungi semua stasiun.
- Setiap kelompok melakukan praktikum keselamatan kerja: mengidentifikasi alat-alat keselamatan kerja di laboratorium (gambar/video) dan mendiskusikan fungsinya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
- Peserta didik menuliskan dalam jurnal reflektif singkat: "Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang sains adalah... dan mengapa itu penting bagi saya."
- Guru memandu diskusi kelas tentang pentingnya sikap hati-hati dan teliti dalam melakukan observasi. "Mengapa penting bagi seorang ilmuwan untuk jujur dalam pengamatannya?"
KEGIATAN PENUTUP:
- Guru memberikan umpan balik konstruktif kepada setiap kelompok mengenai partisipasi dan hasil diskusi mereka.
- Peserta didik menyimpulkan kembali poin-poin penting tentang hakikat sains dan keterampilan proses
- Guru mengundang peserta didik untuk menyarankan topik-topik menarik yang ingin mereka selidiki di pertemuan berikutnya, sebagai persiapan untuk merancang proyek.
- ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
- Observasi: Guru mengamati partisipasi dan pertanyaan peserta didik selama kegiatan pendahuluan untuk mengidentifikasi tingkat rasa ingin tahu dan pengetahuan awal mereka.
- Kuesioner: Kuesioner singkat berisi pertanyaan: "Apa yang kamu ketahui tentang ilmu sains?", "Bagaimana cara ilmuwan bekerja?", "Apa yang kamu ingin tahu tentang alam?", "Pelajaran IPA apa yang paling kamu sukai?" untuk mengidentifikasi minat dan pemahaman awal.
- Tes Diagnostik: 5 soal pilihan ganda sederhana untuk mengukur pemahaman dasar tentang fenomena alam (misalnya, "Apa yang terjadi jika air dipanaskan sampai mendidih?").
SOAL ASESMEN AWAL):
- Menurut pendapatmu, apa itu ilmu pengetahuan alam (IPA)?
- Sebutkan dua hal yang menurutmu dilakukan oleh seorang ilmuwan!
- Mengapa penting bagi kita untuk belajar IPA?
- Jika kamu melihat daun pohon berwarna kuning, apa yang mungkin kamu pikirkan tentang kondisi pohon tersebut?
- Pilih salah satu fenomena alam yang paling menarik bagimu dan jelaskan mengapa!
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
- Tugas Harian: Penulisan catatan pengamatan harian selama proyek, lembar kerja kelompok saat merumuskan masalah dan hipotesis.
- Diskusi Kelompok: Guru memantau keaktifan, kualitas argumen, dan kontribusi setiap anggota kelompok dalam
- Presentasi: Penilaian terhadap kelengkapan materi, kejelasan penyampaian, dan kemampuan menjawab pertanyaan saat presentasi hasil proyek.
SOAL ASESMEN PROSES:
- (Setelah diskusi kelompok tentang hakikat sains) Jelaskan dengan bahasamu sendiri mengapa sains disebut sebagai cara untuk memahami alam semesta!
- (Setelah merumuskan masalah) Tuliskan satu masalah ilmiah yang bisa kamu teliti di lingkungan sekitarmu!
- (Saat merancang percobaan) Jika kamu ingin mengetahui apakah tanaman membutuhkan cahaya untuk tumbuh, bagaimana langkah-langkah percobaan sederhanamu?
- (Saat analisis data) Berdasarkan data percobaanmu, apa yang bisa kamu simpulkan tentang hubungan antara (variabel 1) dan (variabel 2)?
- (Saat presentasi) Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat melakukan proyek ilmiah ini dan bagaimana kamu mengatasinya?
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:
- Jurnal Reflektif: Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh tentang pengalaman belajar mereka selama Bab 1, termasuk pemahaman baru, keterampilan yang dikuasai, sikap ilmiah yang terbentuk, dan tantangan yang dihadapi.
- Tes Tertulis: Esai atau soal uraian yang menguji pemahaman konsep dan kemampuan penerapan metode ilmiah.
- Tugas Akhir/Proyek: Laporan lengkap proyek investigasi ilmiah yang telah dilakukan, mencakup semua langkah metode ilmiah dan hasil analisis.
SOAL ASESMEN AKHIR (CONTOH):
- Jelaskan perbedaan antara observasi dan inferensi dalam metode ilmiah, dan berikan contoh masing-masing!
- Mengapa perumusan hipotesis menjadi langkah penting dalam suatu penelitian ilmiah? Jelaskan!
- Dias ingin meneliti pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Rancanglah kerangka percobaan sederhana yang mencakup variabel kontrol, variabel bebas, dan variabel terikat!
- Menurutmu, mengapa sikap jujur dan objektif sangat penting bagi seorang ilmuwan? Berikan contoh konsekuensi jika seorang ilmuwan tidak jujur!
- Bayangkan kamu adalah seorang ilmuwan yang sedang mengamati fenomena alam yang belum pernah dijelaskan sebelumnya. Bagaimana kamu akan menerapkan metode ilmiah untuk memahami fenomena tersebut dari awal hingga akhir?
Ternate, Juli 2026
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Dj. Maryam Yusuf, S.Pd Nur Dahlan, S.Pd
Nip. 197904152005012021
BAB V
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
A. Pendampingan
Pendampingan dan Pengembangan Pendidik
Dalam memfasilitasi pembelajaran peserta didik,, Pendidik di Sekolah diharapkan dapat menguasai setidaknya dua aspek, yaitu: pedagogis dan vokasional.
Pengembangan pedagogis pada pendidik dapat didampingi oleh kepala satuan pendidikan melalui kegiatan supervisi akademis dan supervisi klinis.
Dalam aspek vokasional, satuan pendidikan dan dunia kerja dapat berbagi peran dalam pendampingan dan pengembangan pendidik sehingga pendidik mendapatkan dukungan optimal dalam memfasilitasi pembelajaran.
Dunia kerja diharapkan dapat mendukung satuan pendidikan dan pendidik dalam hal pemahaman akan dinamika kebutuhan dunia kerja, standar- standar yang berlaku pada dunia kerja, dan bagaimana menurunkan pemahaman tersebut dalam kegiatan-kegiatan di dalam kelas.
Program peningkatan profesional pendidik direncanakan oleh kepala satuan pendidikan berdasarkan Rencana Pengembangan Sekolah dan masukan dunia kerja.
Program-program yang dapat disertakan dalam rencana ini, antara lain:
- sertifikasi pendidik;
- sertifikasi kompetensi;
- magang untuk pendidik dan tenaga kependidikan di dunia kerja;
- pelatihan kompetensi pedagogis, dan profesional;
- pelatihan upskilling dan reskilling;
- inovasi karya seni dan pameran;
- kewirausahaan;
- seminar;
- lokakarya; dan
- keterlibatan dalam MGMP dan Studi lanjut, dst
- Evaluasi
Evaluasi dibutuhkan untuk melihat sejauh mana ketercapaian, kesesuaian tujuan, dan keselarasan di dalam pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi yang berkembang SMP IT ALKHAIRAAT KOTA TERNATE menempuh kegiatan yang tertuang dalam tabel berikut:
|
Bentuk Pendampingan dan Pengembangan Profesional |
Teknis Pendampingan dan Pengembangan Profesional |
Waktu |
SDM yang terlibat |
Keterangan |
|
Pendampingan |
Coaching bagi guru pemula |
Per tahun |
Guru pemula, Guru yang ditunjuk, KS |
|
|
|
Coaching program- program terbaru |
Menyesuaika n |
Guru Mapel, KS |
Dinas terkait sebagai penyelenggara |
|
|
Supervisi Kelas |
Per semester |
Guru, KS |
Sebagai Penilaian Kinerja Guru |
|
Pengembangan Profesi |
Pelatihan Pengembangan Keprofesian |
Per tahun |
Semua guru, pengawas, KS |
Rutinitas |
|
|
Pelatihan-pelatihan |
Menyesuaika n |
Guru, KS |
Mandiri, Dinas terkait |
|
Bentuk Evaluasi |
Strategi dalam Evaluasi |
Waktu |
SDM yang terlibat |
Keterangan |
|
Evaluasi Pembelajaran dan Evaluasi urikulum Operasional Sekolah |
Menggunakan jurnal harian, dan penilaian sikap |
Per hari |
Guru, peserta didik, orang tua, BK, lingkungan |
Dari capaian pembelajaran, angket peserta didik |
|
|
Mengaktifkan Paguyuban Kelas |
Per bulan |
Guru, peserta didik, Orang tua, KS |
Evaluasi Program dan pelaksanaan Pembelajaran |
|
|
Assesmen formatif |
Perunit belajar |
Guru, peserta didik, orang tua |
Dari capaian pembelajaran, angket murid |
|
|
Assesmen formatif, portofolio |
Per semester |
Guru, peserta didik, orang tua, BK, lingkungan |
Dari capaian pembelajaran, angket peserta didik |
|
|
Assesmen formatif, portofolio, Evaluasi Diri Sekolah |
Per tahun |
Guru, peserta didik, orang tua , BK, lingkungan, komite |
Dari capaian pembelajaran, angket peserta didik, kuisioner orang tua |
Pengaturan beban belajar dan muatan pembelajarannya di SMP IT Alkhairaat Kota Ternate diatur sebagai berikut:
|
No |
Muatan Pembelajaran |
Beban Belajar |
Pengaturan |
|
1. |
Intrakurikuler |
Wajib |
a. Beban belajar ini memuat semua mata pelajaran yang bersifat nasional. b. Materi pembelajaran setiap mata pelajaran mengacu pada Capaian Pembelajaran. c. Diatur dalam kegiatan regular. |
|
Tambahan |
a. Bahasa Arab. b. Kealkhairaatan. |
||
|
2. |
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila |
Wajib |
a. Muatan pembelajaran mengacu pada 3 tema projek Profil Pelajar Pancasila. b. Diatur dalam kegiatan projek. |
|
3. |
Ekstrakurikuler |
Tambahan |
a. Memiliki muatan yang menjadi kebutuhan dan karakteristik SMP IT Alkairaat kota Ternate. b. Diatur dalam kegiatan di luar kegiatan regular. |
Kriteria Kelulusan
Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah diharapkan memiliki kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan semangat teliti, telaten, teladan, tanggung jawab, SMP IT Alkhairaat Kota Ternate sebagai sekolah pencetak sumber daya manusia unggul dan berakhlak karimah, perlu dibuat kreteria kelulusan.
Kriteria kelulusan bagi peseta didik yaitu:
- Menyelesaikan seluruh program
- Lulus Ujian Sekolah: Peserta Ujian Sekolah SMP IT Alkhairaat Kota Ternate dinyatakan lulus apabila nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian Sekolah adalah
- Lulus Ujian Praktik: Peserta Ujian Praktek SMP IT Alkhairaat Kota Ternate dinyatakan lulus, apabila memiliki nilai minimum 70 untuk setiap mata pelajaran yang
- Nilai kepribadian dan akhlak mulia minimum Baik (B).
- Kehadiran minimal 90 % dari jumlah hari efektif, kecuali ada surat dispensasi atau sejenisnya yang bisa dipertanggung
- Ditetapkan dalam rapat pleno dewan guru dan Kepala Sekolah
Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel berikut ini.
|
No. |
Kegiatan |
Alokasi Waktu |
Keterangan |
|
1. |
Minggu efektif belajar reguler setiap tahun (Kelas VII-VIII) |
Minimal 36 minggu maksimal 40 minggu |
Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan |
|
2. |
Minggu efektif semester ganjil tahun terakhir setiap satuan pendidikan (Kelas IX) |
Minimal 18 minggu |
|
|
3. |
Minggu efektif semester genap tahun terakhir setiap satuan pendidikan (Kelas IX) |
Minimal 14 minggu |
|
|
4. |
Jeda tengah semester |
Maksimal 2 minggu |
Satu minggu setiap semester |
|
5. |
Jeda antar semester |
Maksimal 2 minggu |
Antara semester I dan II |
|
6. |
Libur akhir tahun ajaran |
Maksimal 3 minggu |
Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun ajaran, serta PPDB |
|
7. |
Hari libur keagamaan |
Maksimal 4 minggu |
Disesuaikan dengan peraturan pemerintah |
|
8. |
Hari libur umum/ nasional |
Maksimal 2 minggu |
Disesuaikan dengan peraturan pemerintah |
C. Pengembangan Profesional
Program Pengembangan Profesi Guru Meningkatkan Profesionalisme Guru
Program Pengembangan Profesi Guru
Profesi guru adalah salah satu yang paling penting dalam masyarakat, karena mereka berperan dalam membentuk masa depan generasi penerus. Untuk menjalankan tugas tersebut dengan baik, guru perlu terus menerus mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya. Oleh karena itu, program pengembangan profesi guru menjadi sangat penting. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi 6 contoh program nyata pengembangan profesi guru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru.
1. Pelatihan Guru Berkelanjutan
Salah satu program pengembangan profesi guru yang umum adalah pelatihan berkelanjutan. Program ini menyediakan kesempatan bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka dalam mengajar. Pelatihan ini dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman metode pengajaran baru hingga penerapan teknologi dalam pembelajaran. Tujuannya adalah agar guru dapat terus meningkatkan kualitas pengajaran mereka seiring berjalannya waktu.
2. Program Pengembangan Profesionalisme Guru
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam bidang keguruan. Guru akan diajarkan tentang metode pengajaran terbaru, strategi pembelajaran yang efektif, dan juga etika keguruan. Dengan program ini, diharapkan guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pendidik dengan kemampuan maksimal.
3. Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan S-1, baik yang memiliki latar belakang pendidikan maupun non-pendidikan, agar dapat menjadi guru yang berkualitas. Mereka akan diajarkan mengenai berbagai aspek keguruan, termasuk perencanaan pembelajaran, evaluasi, dan manajemen kelas. Program PPG ini memastikan bahwa guru memiliki pemahaman yang mendalam tentang profesi mereka.
4. Pelatihan Berjenjang dan Pelatihan Khusus
Program ini memberikan pelatihan yang lebih spesifik dan mendalam dalam bidang tertentu. Guru dapat memilih program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, seorang guru matematika dapat mengikuti pelatihan khusus dalam pengajaran matematika yang lebih lanjut. Ini membantu guru mengasah keterampilan mereka dalam mata pelajaran tertentu.
BAB. VI
P E N U T U P
Dengan telah selesainya Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota ternate pada tahun ajaran 2023/2024 maka salah satu pedoman dan acuan dalam kegiatan.
belajar mengajar telah dimiliki oleh SMP IT Alkhairaat Kota Ternate. Dengan mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku maka SMP IT Alkhairaat kota ternate menetapkan penggunaan dokumen Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate tahun ajaran 2023/2024 ini.
Semoga Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate ini memenuhi syarat sehingga rencana pengembangan SMP IT Alkhairaat kota ternate dapat terlaksana dengan baik. Penyusun juga sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya guru, karyawan maupun para peserta didik serta masyarakat yang diwakili oleh orang tua peserta didik. Atas bantuan yang sudah diberikan kepada kami dari berbagai pihak, kami mengucapkan terima kasih. Semoga Kurikulum Operasional SMP IT Alkhairaat Kota Ternate mampu menjadi sarana bagi sekolah untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.
Harapan kedepan
Saya berharap sekolah ini dapat terus mempertahankan nilai-nilai moral dan budaya dalam mendidik siswanya dan terus meningkatkan program-program kegiatan pembelajaran agar siswa semakin aktif dan menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya memfokuskan siswa untuk mengejar nilai dalam bentuk angka, tetapi juga dalam membentuk karakter yang baik. Sekolah ini terus memberikan dan mengajarkan yang terbaik sesuai dengan visi misinya. Lebih memperhatikan kondisi dan situasi lingkungan, terutama para siswa sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan keadaan individu masing-masing. Dapat membangun suasana yang nyaman dan hangat sehingga dapat menjadi rumah kedua bagi para siswa.
Saya berharap agar para pelaksana pembelajaran, seperti guru lebih aktif dalam mengajar di sekolah untuk masa depan sekolah adalah tetap menjaga kredibilitasnya dan terus menjadi sekolah yang mencetak siswa-siswa berprestasi.
Saya berharap agar sekolah ini terus berbenah dan berkembang menjadi lebih baik, sehingga dapat menarik minat siswa-siswa baru untuk masuk ke dalamnya.
Lampiran - Lampiran
|
KALENDER PENDIDIKAN SMP ALKHAIRAAT KOTA TERNATE |
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
TAHUN PELAJARAN 2026/2027 |
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
Jul-26 |
|
Aug-26 |
|
Sep-26 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MINGGU |
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
Kegiatan Awal Masuk Sekolah |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
SENIN |
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
1 |
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
Penilaian Tengah Semester |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
SELASA |
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
2 |
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
Assessment Sumatif Ganjil |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
RABU |
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
3 |
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
Minat & Bakat,PR |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
KAMIS |
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
4 |
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
3 |
10 |
17 |
24 |
|
|
Libur Semester Ganjil |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
JUMAT |
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
5 |
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
17 Agustus 2026 Hari Kemerdekaan RI |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
SABTU |
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
25 Agustus Maulid Nabi Besar Muhammad SAW |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
25 Desember Hari Raya Natal |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
Oct-26 |
|
|
|
|
|
|
Nov-26 |
|
|
Dec-26 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MINGGU |
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SENIN |
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SELASA |
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
3 |
10 |
17 |
24 |
|
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
RABU |
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
KAMIS |
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
|
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
JUMAT |
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SABTU |
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
Jan-27 |
|
Feb-27 |
|
Mar-27 |
|
Libur Ramadan & Hari Raya |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MINGGU |
|
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
Safari Ramadan |
Safari Ramadan |
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SENIN |
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
5 s/d 15 April 2027 TKA SMP |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
SELASA |
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
3 s/d 8 Mei 2027 PSAJ SMP |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
RABU |
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
3 |
10 |
17 |
24 |
|
|
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
17 s/d 20 Mei 2027 Hari Raya Idul Adha |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
KAMIS |
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
7 s/d 12 Assessment Sumatif Genap |
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
JUMAT |
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SABTU |
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
Apr-27 |
|
May-27 |
|
Jun-27 |
|
14 s/d 19 Minat Bakat & PR |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MINGGU |
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
Libur Semester Genap |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
SENIN |
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SELASA |
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
RABU |
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
KAMIS |
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
3 |
10 |
17 |
24 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
JUMAT |
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SABTU |
3 |
10 |
17 |
24 |
|
|
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
Jul-23 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
MINGGU |
1 |
4 |
11 |
18 |
25 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SENIN |
2 |
5 |
12 |
19 |
26 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SELASA |
3 |
6 |
13 |
20 |
27 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
RABU |
4 |
7 |
14 |
21 |
28 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
KAMIS |
1 |
8 |
15 |
22 |
29 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
JUMAT |
2 |
9 |
16 |
23 |
30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
SABTU |
3 |
10 |
17 |
24 |
31 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
Rekapan Daftar Hadir
Untuk kelas ASSHIDIQ ( IX ) dapat dilihat pada link berikut : https://docs.google.com/spreadsheets/d/1oV7RpivMmlQGIah9Uz-nwCf4mgfbuL-M/edit#gid=523943167 Untuk kelas A
Visi dan Misi
A. VISI SEKOLAH “UNGGUL DALAM IBADAH, BERAKHLAKUL MULIA, CERDAS AKADEMIK DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN” B. MISI SEKOLAH 1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan Islami berla